jatimnow alexametrics

Pilwali Surabaya 2020

Jelang Pencoblosan, Tokoh Lintas Agama Berdoa Bersama MA-Mujiaman

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Fajar Mujianto Zain Ahmad
Para relawan dan tokoh lintas agama usai doa bersama Machfud Arifin-Mujiaman
Para relawan dan tokoh lintas agama usai doa bersama Machfud Arifin-Mujiaman

jatimnow.com - Para tokoh lintas agama hingga seluruh relawan pendukung Machfud Arifin-Mujiaman merapatkan barisan jelang pencoblosan Pilwali Surabaya, 9 Desember 2020.

Bertempat di Posko Pemenangan Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Jumat (4/12/2020), para tokoh lintas agama juga mendoakan pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Surabaya nomor urut 02 itu menang dalam Pilwali Surabaya 2020.

Mereka bersatu, solid untuk perubahan Kota Surabaya yang lebih baik lagi, lebih maju lagi dan naik kelas atau to the next level.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

"Tentunya saya sangat berterimakasih pada semuanya. Ada rasa sedih dan bahagia. Perjalanan panjang, saya mulai dari bulan dua menyapa warga Surabaya dan sekarang sudah memasuki tahapan, besok tanggal 5 masa debat. Kemudian selanjutnya masa tenang," ungkap Machfud Arifin.

"Selama ini saya bisa berinteraksi sama warga secara luas. Kemudian kita ikutin aturan. Yang jelas kita sudah bisa menampung aspirasi warga di seluruh pelosok Kota Surabaya. Sudah saya tahu yang menjadi aspirasinya," tambahnya.

Mantan Kapolda Jatim ini menambahkan, hal tersebut menjadi bekal apabila dirinya dan Mujiaman diberi amanah memimpin Kota Surabaya untuk membuat masyarakat Kota Surabaya sejahtera, kotanya lebih maju lagi, maju kotane, makmur wargane.

Machfud Arifin-Mujiaman bersama istri masing-masingMachfud Arifin-Mujiaman bersama istri masing-masing

"Ini tadi pesan-pesan sudah saya sampaikan. Ada tokoh-tokoh agama, mungkin dalam kampanye sudah tidak ada lagi. Tetapi kita mungkin bisa bersilaturahim dengan tokoh-tokoh sentral di Surabaya bisa kami lakukan," ujarnya.

"Kalau hari tenang nggak boleh silahturahim ke rumahnya kiai, tokoh. Mungkin minta doakan boleh-boleh aja. Selama itu tidak kampanye, tidak melanggar aturan. Itu akan kami lakukan sampai menunggu tanggal 9," sambung Machfud Arifin.

Penguatan dan doa dari lintas agama menurutnya sangat luar biasa. Dan dengan tokoh-tokoh lintas agama, silahturahmi, baginya bukan hal yang lain. Begitu pula jika dibaut framing seolah-olah dirinya aneh-aneh, juga bukan hal yang lain.

"Saya ini kapolda tiga kali di tiga provinsi. Nggak mungkin saya nggak menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya pasti menjaga keberagaman. Dan itulah yang paling kita jaga sejak dulu. Itu senantiasa kita jaga, jangan sampai ada konflik-konflik antar suku, antar agama, inteloransi, bersifat radikal, itu kita tidak mau," tegas Machfud Arifin.

"Kalau dibuat framing, cerita-cerita apa, silahkan nggak apa-apa. Yang menentukan tanggal 9 adalah rakyat nantinya," tambah dia.

Machfud Arifin pun berpesan kepada seluruh warga Surabaya agar menentukan pilihan yang bisa membawa perubahan Kota Surabaya yang lebih baik lagi dan lebih maju lagi.

"Saya rasa warga Surabaya sangat rasional, sangat cerdas menentukan pilihan. Banyak surat bertebaran, banyak kamuflase, nggak tahu sekarang ini macem-macem. Penghargaan kepada RT yang menangani Covid-19, baru-baru ini saya dapat informasi. Macem-macem yang dibuat. Sepanjang nggak melanggar aturan kan ada wasit dalam pertandingan ini," jelasnya.

'Kita hanya melaporkan aja kalau menemukan kejanggalan, menemukan keanehan. Menurut kami melanggar aturan ya kita laporkan. Ada salurannya kok. Tapi saya yakin warga Surabaya sangat cerdas dalam menentukan pilihannya untuk perubahan Kota Surabaya yang lebih maju lagi," tandasnya.

Arek asli Ketintang, Surabaya ini juga mengimbau kepada seluruh warga Surabaya dan para pendukung agar tidak golput, agar tidak malas untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) nantinya.

"Jangan malas untuk ke TPS. Ayo rame-rame ke TPS. Gunakan hak pilih saudara semua, sebagai langkah awal untuk membawa perubahan Kota Surabaya lebih baik lagi, Surabaya maju lagi dan Surabaya naik kelas," harapnya.

"Saya yakin dan percaya, pada tanggal 9 Desember 2020 warga Surabaya pasti rame-rame ke TPS. Mungkin akan menjadi sejarah baru Kota Surabaya, yang selama ini tidak lebih dari 50-60 persen. Mudah-mudahan dengan tanggal 9 Desember 2020 nanti mencapai lebih dari 60 persen. Itu yang kita harapkan," pungkas Machfud Arifin.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif