jatimnow alexametrics

Pilwali Surabaya 2020

Jelang Pencoblosan, Warga Semakin Mantap Pilih Machfud Arifin-Mujiaman

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Calon Wali Kota Machfud Arifin (kiri) bersama Gus Faruq (kanan) saat peresmian posko Roemah Djuang
Calon Wali Kota Machfud Arifin (kiri) bersama Gus Faruq (kanan) saat peresmian posko Roemah Djuang

jatimnow.com - Jelang coblosan Pilwali Surabaya, 9 Desember 2020, warga semakin yakin dan mantap memilih Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Nomor Urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU).

Komitmen itu disampaikan warga Kejawan Putih Tambak, Sukolilo, Surabaya yang disapa Calon Wali Kota Machfud Arifin, Kamis (3/12/2020).

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/hotel-sahid-surabaya-2222-best-wedding-dates.jpg

Dukungan warga di sini diaplikasikan dengan berdirinya posko Roemah Djuang yang dikhususkan untuk meraup suara di kawasan Sukolilo guna memenangkan Machfud Arifin-Mujiaman.

Dalam acara peresmian Posko Roemah Djuang tersebut, Machfud Arifin tampak disambut antusias oleh warga yang didominasi ibu-ibu.

Koordinator Roemah Djuang, Ahmad Faruq mengaku bahwa posko ini bentuk kepedulian warga terhadap kemajuan Kota Surabaya. Menurutnya, sosok Machfud Arifin yang paling tepat untuk membawa Surabaya lebih baik.

Faruq menilai mantan Kapolda Jatim itu memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama, terutama rakyat kecil, bahkan para kiai kampung.

Calon Wali Kota Machfud Arifin disambut antusias warga Kejawan Putih Tambak, Sukolilo, SurabayaCalon Wali Kota Machfud Arifin disambut antusias warga Kejawan Putih Tambak, Sukolilo, Surabaya

"Kami menamakan posko ini dengan Roemah Djuang karena beliau suka sekali bersilaturahmi dengan para kiai. Ya sudah. Itu pemimpin yang menurut kami baik," ungkap Gus Faruq-sapaan Ahmad Faruq.

Gus Faruq menyampaikan bahwa pilihannya kepada Machfud Arifin dan Mujiaman itu berangkat dari hati dan tidak ada tendensi apapun.

"Nyuwun sewu, rasa itu tidak bisa dibohongi. Kami tahu Pak Machfud sejak zaman Jokowi dulu, beliau dekat dengan ulama dari dulu. Pak Eri birokrat, kami nggak tahu sepak terjangnya," jelasnya.

Sementara Machfud Arifin menngaku akan berusaha untuk menemui sebanyak-banyaknya warga sebelum masa kampanye berakhir. Harapannya mampu memenuhi keinginan warga dan merangkum kebutuhan mereka.

"Kampanye tinggal tiga hari. Kami akan mengikuti tahap dengan baik. Kami berusaha untuk menyelesaikan tahap kampanye dengan niat baik tanpa gangguan. Semoga diberi kemudahan," tutur Machfud Arifin.

Arek asli Ketintang, Surabaya itu menyebut bahwa sebelum hari H pencoblosan, timnya akan menggodok sistem sapa warga yang terbaru. Dia berharap tetap dekat walaupun tidak terjun langsung.

"Akan ada semacam konten yang saya sampaikan untuk lebih dekat sama warga. Harapannya lebih dekat. Konten berbentuk online dan offline. Target utama warga yang belum disapa," paparnya.

Machfud Arifin mengaku, seharusnya dia datang ke Kejawan Putih Tambak sejak satu bulan lalu. Namun karena kesibukan dan padatnya jadwal, dia baru hadir menjelang pencoblosan.

"Saya berusaha menemui semua warga. Mereka menunggu bisa ketemu saya. Mereka sampai cetak kaos sendiri. Harusnya hari ini kosong. Saya kurangi kegiatan untuk jaga kondisi. Tapi saya senang bisa menemui warga di sini. Ini untuk menjaga suara juga," tandas Machfud Arifin.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif