Pilihan Pembaca: Dipecat PDIP hingga Banteng Ketaton Makin Solid

jatimnow.com - Berita dipecat PDIP, eks pendukung Risma: dibunuh pun saya tidak takut menjadi pilihan pembaca pertama Jumar (20/11/2020).

Kemudian peredaran narkoba di tempat wisata Mojokerto dibongkar serta PDIP tebar tudingan, Banteng Ketaton makin solid dukung MA-Mujiaman.

Redaksi merangkum ketiga berita itu:

Dipecat PDIP, Eks Pendukung Risma: Dibunuh Pun Saya Tidak Takut

Mantan relawan atau pendukung Tri Rismaharini (Risma), Mat Mochtar mengaku heran dengan keputusan PDI Perjuangan (PDIP) memecat dirinya. Meski begitu, dia tetap tegak lurus dengan keputusan partainya.

"Saya dengar dari koran kalau saya dipecat. Saya heran. Wong saya anak ranting aja enggak. Jangankan dipecat, dibunuh pun saya juga tetap tidak takut. Ini kebenaran. Saya menerima pemecatan. Saya tetap tegak lurus PDI Perjuangan. Tapi wali kotanya tetap Machfud Arifin," ujar Mat Mochtar di kediamannya, Jumat (20/11/2020).

Peredaran Narkoba di Tempat Wisata Mojokerto Dibongkar

Terlibat mengedarkan narkoba jenis sabu, 22 pelaku diamankan Satresnarkoba Polres Mojokerto dan polsek jajaran selama September hingga November.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, ada dua kasus yang menonjol dari 22 tersangka yang ditangkap.

PDIP Tebar Tudingan, Banteng Ketaton Makin Solid Dukung MA-Mujiaman

Banteng Ketaton Surabaya menyayangkan pernyataan tokoh PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat, yang menuding Tim Pemenangan Machfud Arifin-Mujiaman telah memecah belah partainya.

"Menanggapi pernyataan Pak Djarot Siaful Hidayat yang menuduh Pak Machfud Arifin pemecah belah PDIP, maka kami dari Banteng ketaton Surabaya sangat menyayangkan sikap Pak Djarot," ujar Ketua Banteng Ketaton Surabaya, Herlambang, Jumat (20/11/2020).

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top