Belum Adanya Sentra Pemasaran Produk UMKM-Pertanian Kota Batu Disoal

jatimnow.com - Belum adanya sentra pemasaran oleh-oleh produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan hasil pertanian di Kota Batu dikeluhkan oleh DPRD Kota Batu.

Juru Bicara Fraksi-fraksi DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto menyebut seharusnya hal itu bisa menjadi prioritas untuk mendukung peningkatan perekonomian warga di masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Hal itu disampaikan Ludi saat rapat paripurna pandangan umum gabungan fraksi DPRD Kota Batu terhadap penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kota Batu Tahun Anggaran 2021, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri UMKM di Kota Batu memiliki produk-produk unggulan yang sudah bisa menembus pasar domestik dan nasional.

"Tetapi harus ada upaya-upaya kongkrit yang harus dilakukan Pemkot Batu untuk memperkuat dan mengembangkan eksistensi UMKM dengan pendirian sentra pusat oleh-oleh khas Kota Batu secara profesional. Terlebih dunia wisata Kota Batu maju pesat," jelas Politisi PKS ini.

Harapannya sentra itu bisa menampung dan mendistribusikan produk UMKM dan pertanian. Sebab sejauh ini belum ada sentra sebagai tempat atau wadah pelaku secara nyata untuk memasarkan produknya.

"Ketika pemerintah atau dinas terkait kongkrit melakukan hal itu bisa dipastikan UMKM dan petani akan berdaya dan berjaya dengan sesungguhnya. Kan sejauh ini di Kota Batu belum ada," harapnya.

Memang, tambah Ludi, di Kota Batu sudah ada Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi UMKM, tetapi lebih banyak membantu dari segi administrasi, perizinan dan pelatihan saja. Belum sampai tahap pemasaran.

"Belum ada sentra pemasaran produk yang difasilitasi pemerintah kota. PLUT sebatas kepengurusan kelengkapan administrasi misal izin BPOM atau izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT)," tegas Ludi.

Namun Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Diskoumdag) Kota Batu, Eko Suhartono belum bisa dikonfirmasi melalui telepon atau pesan singkat.

Sementara salah satu pelaku UMKM di Kota Batu, Bambang Triman mengatakan sejauh ini pelaku UMKM memilih memasarkan produknya secara mandiri. Misalnya melalui media sosial atau menawarkan ke toko oleh-oleh milik swasta yang ada di seputaran Kota Batu.

"Kebanyakan pelaku UMKM merintis usahanya secara mandiri dari awal dan kalaupun ada pelatihan dan sebagainya dari dinas itu lebih kepada pelaku yang usahanya sudah berjalan. Jadi pendampingan tidak menitikberatkan pada pelaku baru yang akan memulai usahanya," keluh Bambang.

Jadi perhatian dinas terkait memang sangat kurang baik dalam segi pembinaaan dan memberdayakan pelaku UMKM secara merata. Makanya ia berharap ada sentra yang berada di lokasi strategis tidak kalah dengan pihak swasta dan dikelola dengan baik untuk menampung seluruh pelaku UMKM di Kota Batu.

"Mungkin ada yang dibantu, tapi tidak menyentuh secara menyeluruh. Jadi banyak pelaku tidak merasakan perhatian terlebih dari segi pemasaran. Kami memang berharap ada wadah sentra produk. Contohnya di Tulungagung yang terletak di tempat representatif," tutupnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top