Satu Buron Pengeroyok Pemuda di Surabaya Hingga Tewas Ditangkap

jatimnow.com - Satu dari tiga pelaku yang menjadi buron pengeroyokan dan penusukan terhadap Arisky Tri Yulianto (26) warga Semampir VIII, Sukolilo, Surabaya, berhasil ditangkap.

Pelaku bernama Bambang Riyanto alias Hanafi alias Nyamuk (28), warga Jalan Medokan Keputih No. 17, Surabaya itu ditangkap Tim Unit Reskrim Polsek Sukolilo di Lumajang, sekitar pukul 16.30 Wib, Selasa (11/8/2020).

"Setelah melakukan pengeroyokan bersama empat temannya, pelaku (Bambang) ini kabur dan bersembunyi di Kampung Baru Sumber Mujur, Desa Penanggal, Kecamatan Candi Pura, Kabupaten Lumajang. Di sanalah pelaku kami amankan," terang Kapolsek Sukolilo, AKP Subiyantana, Kamis (13/8/2020).

Menurut Subiyantana, dalam pemeriksaan terungkap bahwa pelaku Bambang juga menghajar Bagus Yulianto, pelapor sekaligus teman korban Arisky. Pelaku menghajar korban mengenai bibir dan muka menggunakan tangan kosong.

"Untuk dua pelaku lainnya masih kami buru. Yang jelas identitasnya sudah kami kantongi," jelas Subiyantana.

Baca juga:  

Pengeroyokan itu terjadi di Jalan Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya, sekitar pukul 00.30 Wib, Minggu (2/8/2020). Peristiwa itu membuat korban Arisky meninggal dunia dengan luka tusuk di bagian pusar.

Setelah melakukan penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Sukolilo bersama Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap dua pelaku terlebih dahulu. Dua pelaku yang ditangkap lebih dulu yaitu IT (16) dan MAP (16), keduanya asal Medokan Semampir.

MAP adalah pelaku yang melakukan penusukan ke bagian pusar korban hingga tewas. Sedangkan IT memukuli korban. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun karena masih di bawah umur, keduanya diserahkan ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) khusus anak.

Pengoroyokan itu terjadi usai kelompok korban dan pelaku menggelar pesta minuman keras (miras) di tempat berbeda. Sampai di lokasi, kelompok korban berteriak-teriak hingga membuat kelompok pelaku tersinggung.

Cek cok kedua kelompok ini tidak berimbang. Kelompok korban hanya empat orang, sementara kelompok pelaku sebanyak 15 orang. Namun saat pengeroyokan terjadi, dari kelompok korban, hanya tersisa korban sendirian dan kelompok pelaku hanya lima orang.

Dalam pengakuannya saat itu, tersangka MAP menusuk pusar korban lantaran tersinggung dengan ucapan korban yang menyebutnya anak kecil. MAP mengaku membeli pisau lipat itu secara online seharga Rp 50 ribu.

Tersangka MAP juga tercatat pernah ditangkap Polsek Sukolilo pada 2018 dalam kasus kepemilikan senjata tajam.

 

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top