Ibu Melahirkan di Kamar Mandi Kecewa Pemkot Batu, DPRD Turun Tangan

jatimnow.com - Fitria Romantika, ibu muda berusia 35 tahun asal Dusun Gundu, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang melahirkan di kamar mandi rumahnya mengaku kecewa dengan pernyataan pemerintah kota setempat.

Setelah peristiwa yang menimpanya viral, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kartika Trisulandari menjenguknya pada Senin (3/8/2020). Di situlah kadinkes menjelaskan kronologi proses bersalin Fitria berdasarkan versi dinkes.

"Jujur saya kaget. Kenapa jawaban dari Pemkot Batu malah tentang maju mundurnya kelahiran saya. Padahal inti permasalahannya adanya tulisan Covid-19 dan tanda plus (+) di buku riwayat kehamilan saya yang dituliskan oleh petugas Puskesmas Bumiaji," ujar Fitri, Selasa (4/8/2020).

Menurut Fitria, dalam penangganannya, bila benar terpapar atau reaktif saat rapid test, seharusnya dia mendapatkan pendampingan serta penjelasan secara detail.

"Saya hanya disuruh untuk menunggu jika ada nakes (tenaga kesehatan) yang menjemput sembari isolasi mandiri di rumah. Tapi sampai anak saya lahir juga tidak ada yang ke sini untuk memberikan pengarahan. Waktu itu kondisi sangat sulit hingga saya stres berat. Badan saya sampai turun 7 kilogram," jelasnya.

Baca juga:  

Bahkan Fitri mengaku mendapat perlakuan berbeda, mulai di puskesmas harus menunggumu tiga jam. Padahal pada kelahiran anak pertama yang sebelumnya sudah dalam fase pembukaan satu, petugas langsung menyarankan rawat inap dan menunggu proses kelahiran di tempat serta dalam pengawasan medis.

Sedangkan untuk kelahiran anak keduanya itu, dia mengaku ditolak dan dianjurkan untuk kembali ketika fase pembukaan mencapai fase lima.

Sementara Ustadi, salah satu anggota keluarga Fitria juga mengaku kesal dengan adanya peristiwa itu. Beruntung keluarga besarnya cekatan sehingga kondisi Fitria dan banyinya sehat.

"Tolonglah pihak kesehatan bekerja dengan sungguh-sungguh, memberikan pelayanan. Semoga ke depan tidak terjadi seperti ini lagi. Saudara saya ini sudah cerita apa adanya ke teman-teman media. Kok malah dituduh mengada-ada beritanya," ungkap Ustadi.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi berjanji bahwa Komisi C segera memanggil dinas kesehatan untuk dimintai klarifikasi. Menurutnya, pemanggilan itu sudah dijadwalkan Senin depan.

"Pekan depan kita panggil. Komisi C yang membidangi sudah menjadwalkan. Saya juga langsung telepon kadinkes agar memperhatikan warga Sumbergondo tersebut dan mereka berjanji menyanggupinya," tegas Politisi PDI Perjuangan ini.

Saat ditanya adanya kunjungan wali kota bersama rombongan, Asmadi mengaku tidak mengetahui.

"Jadi begini, mengakui atau tidak mengakui kesalahannya, dinkes akan tetap kami undang," tegasnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Batu Didik Mahmud berharap nakes di Kota Batu tidak bertindak seperti yang diakui Fitria. Menurutnya, dinkes merupakan leading sektor dan bertugas dalam menangani kesehatan masyarakat Kota Batu.

"Dinkes boleh berkilah dan boleh memproteksi diri dengan statement apapun. Namun yang berlaku adalah fakta di lapangan. Dinkes wajib lebih transparan dalam membeberkan apa adanya," harap Politisi Partai Golkar tersebut.

 

Reporter:  Galih Rakasiwi

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top