Pandemi Covid-19

Beberapa Event dalam Rangkaian Grebeg Suro Ponorogo Ditiadakan

jatimnow.com - Rangkaian Grebeg Suro Ponorogo tahun ini dipastikan bakal digelar berbeda dengan tahun sebelumnya. Pemkab setempat meniadakan sejumlah acara yang mengundang banyak massa dalam rangkaian itu.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menjelaskan, Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) dan sejumlah event lain yang mengundang massa dalam jumlah besar dalam rangkaian Grebeg Suro ditiadakan.

"Festival Nasional Reyog Ponorogo tidak ada. Tapi beberapa kegiatan yang tidak melibatkan banyak massa, boleh," terang Bupati Ipong, Selasa (4/8/2020).

Bupati Ipong menjelaskan, peniadaan Festival Nasional Reyog Ponorogo dalam rangkaian Grebeg Suro bukan tanpa alasan. Sebab event itu selalu dibanjiri penonton, termasuk wisatawan dari mancanegara.

"Grebeg Suro sehari saja, yang datang bisa lebih dari 10 ribu orang. Pembukaan dan penutupan malah bisa sampai 50 ribu sampai 100 ribu. Itu bisa menciptakan kerawanan terkait penyebaran Covid-19," jelas Bupati Ipong.

Pemkab juga meniadakan larung sesaji di Telaga Ngebel yang juga biasa digelar dalam rangkaian Grebeg Suro.

"Yang boleh hanya kegiatan yang tidak dihadiri banyak massa, terutama dari luar daerah," bebernya.

Bupati Ipong mencontohkan beberapa kegiatan seni budaya yang masih diperbolehkan, antara lain reyog bulan purnama dan reyog obyok. Sedangkan event lain yang tidak berpeluang mengundang banyak massa masih dalam kajian.

"Pembukaan-penutupan Grebeg Suro, FNRP, kirab, itu tidak boleh. Kalau pameran bonsai, pusaka, mungkin masih bisa dilaksanakan. Reyog Jazz tidak digelar. Banyak yang masih dalam pertimbangan. Intinya kami tidak ingin ada kegiatan dengan jumlah massa besar," pungkasnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top