Pilwali Surabaya 2020

Machfud Arifin di Mata Rektor Unitomo: Berani Mengambil Keputusan

jatimnow.com - Rektor Universitas dr Soetomo (Unitomo), Dr Bahrul Amiq sempat bertanya siapakah wali kota Surabaya setelah Tri Rismaharini.

Amiq pun menemukan jawabannya setelah bersilaturahmi dengan Calon Wali Kota (Cawali) Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.

"Awalnya saya memang 'bertanya'. Sebetulnya siapa yang akan menggantikan Bu Risma. Karena kita tahu Bu Risma adalah pemimpin yang hebat dan telah membawa perubahan-perubahan di Kota Surabaya," ujar Amiq usai silaturahmi dengan Machfud Arifin, Senin (22/6/2020).

"Maka the next wali kota tidak boleh kalah hebatnya dengan Bu Risma, yang menyamai atau lebih bagus," tambahnya.

Setelah bersilaturahmi dengan Cawali Surabaya Machfud Arifin, Rektor Unitomo ini menilai mantan Kapolda Jatim itu memahami persoalan di Kota Pahlawan dan punya keberanian mengambil keputusan.

"Dan ternyata ada kesempatan saya bersilaturahmi dengan Pak Machfud. Pak Machfud adalah pemimpin yang tahu persis apa yang harus dilakukan buat Surabaya. Ini yang penting," tuturnya.

"Beliau telah memahami persoalan Kota Surabaya dengan baik. Beliau juga punya keberanian dalam mengambil keputusan-keputusan. Saya tahu beliau pernah menjadi Kapolda Jatim dan jejak rekamnya," tambahnya.

Rektor Universitas dr Soetomo, Dr Bahrul Amiq 

Menurutnya, Machfud Arifin juga memiliki kemampuan untuk memimpin Surabaya ke depan.

"Oleh karena itu kemudian menurut saya beliau punya kemampuan untuk memimpin Surabaya ke depan," terangnya.

Ia berharap, wali kota ke depan juga punya perhatian kepada masyarakat Surabaya yang punya kemampuan tapi tidak kuat secara ekonomi.

"Tapi ingin melanjutkan kuliah di pendidikan yang lebih tinggi dan itu harus dilanjutkan oleh Pak Machfud, punya tanggung jawab terhadap masyarakat untuk dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi," katanya.

Amiq juga berharap, jika Machfud Arifin terpilih sebagai Wali Kota Surabaya, harus dapat berkolaborasi dengan para pimpinan perguruan tinggi.

"Harus ada kolaborasi para pimpinan perguruan tinggi dengan wali kota untuk memberikan pendidikan yang terbaik buat warga Surabaya," jelasnya.

Sementara itu, Cawali Surabaya Machfud Arifin menegaskan jika pendidikan merupakan salah satu programnya untuk menjadikan masyarakat Kota Pahlawan lebih maju dan lebih baik lagi.

"Membangun Surabaya ini tidak bisa saya sendirian. Tapi perlu peran serta dari semua elemen masyarakat, hingga peran dari perguruan tinggi," katanya.

Di setiap kegiatan sapa warga, Machfud seringkali mendapatkan keluhan dari warga tentang sulitnya anak mereka menjangkau pendidikan di sekolah negeri karena terkendala zonasi.

Ia menginginkan anak-anak Surabaya dapat dengan mudah mengenyam pendidikan dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Serta memperhatikan para guru yang honornya sangat minim sekali.

Selain itu, Cawali Surabaya yang diusung koalisi partai PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem dan Partai Golkar ini juga peduli dengan pendidikan agama, pendidikan di dunia pondok pesantren, untuk mencetak generasi muda yang cerdas dan berakhlak baik.

"Buat apa anak pintar, pandai, tapi moral akhlaknya tidak baik. Membangun moralitas, membangun akhlak yang baik itu lebih diutamakan," jelasnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top