jatimnow alexametrics

Pilwali Surabaya 2020

Saat Machfud Arifin Menyapa Ibu-ibu Pengajian di Made, Surabaya

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Jajeli Rois
Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menyapa ibu-ibu pengajian, fatayat, muslimat hingga pengurus RW di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep
Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menyapa ibu-ibu pengajian, fatayat, muslimat hingga pengurus RW di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep

jatimnow.com - Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menyapa ibu-ibu pengajian, fatayat, muslimat hingga pengurus rukun warga (RW) di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Minggu (21/6/2020).

Dalam acara di lapangan futsal depan Telaga Made tersebut, Machfud Arifin juga menampung aspirasi dari warga, mulai keluhan tentang tidak adanya sekolah SMP dan SMA negeri hingga persoalan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Pantauan jatimnow.com, ibu-ibu itu terlihat menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Mereka tampak mengenakan masker dengan duduk lesehan menerapkan physical distancing atau menjaga jarak.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

"Alhamdulillah saya mau datang kalau dengan catatan para peserta oleh tim harus bisa dilakukan pemahaman dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19," ujar Machfud Arifin didampingi istrinya Ny Lita Machfud Arifin.

Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menyapa ibu-ibu pengajian, fatayat, muslimat hingga pengurus RW di Kelurahan Made, Kecamatan SambikerepCalon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menyapa ibu-ibu pengajian, fatayat, muslimat hingga pengurus RW di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep

Machfud Arifin menerangkan, sebelum memasuki lapagan futsal, terlebih dahulu cuci tangan pakai hand sanitizer, menggunakan masker serta menjaga jarak.

Katanya, protokol kesehatan Covid-19 harus dijalankan. Sebab jika semuanya berjalan sesuai protokol kesehatan, mantan Kapolda Jatim ini pasti menghadiri acara tersebut.

"Itu persyaratan yang saya tekankan pada tim di tengah Pandemi Covid-19 ini. Jangan anggap main-main Covid-19 ini, karena sudah banyak memakan korban. Rumah sakit di Surabaya sudah sangat penuh. Jangan sampai kena sakit deh, nanti ke mana-mana rumah sakit penuh, susah akhirnya dibiarin digletakan saja," terangnya.

Sapa warga di Surabaya barat berbatasan dengan Kabupaten Gresik ini yang juga dihadiri anggota DPRD Surabaya seperti M Mahmud dari Partai Demokrat, Imam Syafii dari Partai NasDem dan Juliana Eva Wati atau Jeje dari PAN.

Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menyapa ibu-ibu pengajian, fatayat, muslimat hingga pengurus RW di Kelurahan Made, Kecamatan SambikerepCalon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menyapa ibu-ibu pengajian, fatayat, muslimat hingga pengurus RW di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep

Machfud Arifin mengucap syukur bisa bersilaturahmi dengan RW, ibu-ibu muslimat, fatayat serta warga di Kelurahan Made untuk bisa menampung aspirasi dan keluhan-keluhan.

"Termasuk di sini tidak punya SMP, SMA negeri, terus diberlakukan zonasi. Lah terus mau sekolah di mana, nggak pernah berharap untuk bisa mendapatkan sekolah negeri bagi anaknya di sini," ungkapnya.

"Inilah problem yang ada di sini termasuk problem yang lain, termasuk masalah kesejahteraan. Bagaimana membina UMKM kalau terpilih jadi wali kota. Ini yang kita serap dan ke depan menjadi program kegiatan kita," tambahnya.

Sementara Ny Lita Machfud Arifin dalam pertemuan tersebut juga sangat mendukung program-program dari suaminya untuk membangun Kota Surabaya lebih maju lagi.

Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin dan Ny Lita Machfud Arifin usai menyapa warga Made, SambikerepCalon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin dan Ny Lita Machfud Arifin usai menyapa warga Made, Sambikerep

"Bapak punya program revitalisasi pasar di seluruh Kota Surabaya. Dan dalam pembangunan pasar nantinya bapak terpilih, saya itu memberi saran ke bapak bahwa pasar itu lebih diperuntukan untuk UKM di lantai atasnya," tutur Lita.

"Karena kalau di tengah kota satu lantai itu tidak efektif, tapi minimal dua lantai. Jadi bisa menjadi pasar modern itu, sayur di lantai bawah, ikan daging. Tapi di lantai atasnya kita bisa maksimalkan untuk UKM yag terlokalisir," tambahnya.

Lita menambahkan, misalnya pengrajin batik, lebih maksimal memasarkan produknya di pasar mana. Untuk perlengkapan hantaran kotak-kotak kado dan perlengkapan apa saja itu di pasar mana.

"Jadi setiap pasar itu punya kelebihan masing-masing, seperti di Jakarta ada Pasar Cikini. Jadi kalau ada tamu-tamu dari luar kota memerlukan apa, oh di pasar itu lengkap untuk bagian ini. Kita lebih mengelompokkan UKM-UKM itu agar mereka bisa lebih bersaing," jelasnya.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif