jatimnow alexametrics

Pilwali Surabaya 2020

Eri Cahyadi Ditantang Berani Mundur dari Pemkot Surabaya

Editor : Budi Sugiharto Reporter : Jajeli Rois
Spanduk bergambar Eri yang sempat terpasang di Kupang, Surabaya
Spanduk bergambar Eri yang sempat terpasang di Kupang, Surabaya

jatimnow.com - Gambar Kepala Bappeko Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Cak Ji pada reklame yang mengklain sebagai penerus Wali Kota Tri Rismaharini disoal.

Ketua Partai Bulan Bintang Kota Surabaya Samsurin meminta Eri jika benar berniat maju jadi bakal calon wali kotw, diminya yang elegan dan segera mundur dari aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Surabaya.

"Layani masyarakat sampai kamu tidak mampu melayani, sampai kamu mengundurkan diri jadi ASN," Kata Surin, Sabtu (20/6/2020).

Ia menerangkan, Eri sebagai aparatur sipil negara adalah abdi negara dan melayani masyarakat.

"Jangan kamu menjadi ASN ikut-ikut memasang gambar liar di mana-mana. Yang dipasang gambarnya dia dengan wali kota Surabaya. Ini belum masa kampanye," tambahnya.

Eri sebagai ASN harus netral di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya. Apalagi, Risma juga masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya hingga Februari 2021.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

"Semuanya harus netral melayani masyarakat. Kalau Eri mau maju, harus yang elegan," katanya.

"Pemimpin yang punya karakter dan cara yang elegan mendekati rakyat," tambahnya.

Bagi Surin , jika menjadi Eri, dirinya memilih tidak keluar dari birokrat Pemkot Surabaya.

Tapi jika Eri mau mempersipakan dirinya sebagai calon kepala daerah, katanya, mulai sekarang harus keluar dari ASN.

"Misalnya dia mau mempersiapkan dirinya sebagai calon kepala daerah, mulai sekarang ya sudah kamu keluar saja dari ASN," tegasnya.

"Kalau saya pribadi, mending kamu jadi ASN saja lah. Karena apa, saya kasihan kamu jadi bonekanya Risma saat ini," imbuhnya.

Menurutnya, jika Eri punya power dan memiliki karakter sebagai pemimpin, tidak perlu desain baliho, banner atau alat peraga kampanye lainnya yang tampilannya ada background Risma.

'Tidak perlu ada background-nya siapa-siapa, baik Bu Mega, Bung Karno atau siapa saja," terangnya.

"Kalau dia memang elegan, mampu membangun Surabaya, ya harus tampil sendiri, sekarang juga turun dari ASN," tambah dia.

Reklame Eri-Cak Ji masih terpasang di Jalan Embong Malang, Surabaya, Jumat (19/6/2020) (Foto: jatimnow.com)

 

Ketua Partai Bulan Bintang Kota Surabaya Samsurin 

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif