jatimnow alexametrics

Pilwali Surabaya 2020

Satpol Diminta Tertibkan Reklame Eri Cahyadi

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Jajeli Rois
Reklame Eri Cahyadi di Jalan Panglima Sudirman Surabaya yang sempat ditertibkan Linmas beberapa waktu lalu. Kapan ada lagi?
Reklame Eri Cahyadi di Jalan Panglima Sudirman Surabaya yang sempat ditertibkan Linmas beberapa waktu lalu. Kapan ada lagi?

jatimnow.com - Reklame bergambar Eri Cahyadi dengan narasi penerus Risma masih tampak terpampang di beberapa sudut Kota Pahlawan. Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Surabaya, Samsurin meminta Satpol PP menertibkannya.

"Saya lihatnya dari banner, dari spanduk-spanduk yang dipasang entah suruhannya siapa. Entah partisipasi masyarakat," ujar Surin-sapaan akrab Samsurin, Kamis (18/6/2020).

Surin yang pernah mengenyam pendidikan desain grafis ini mengatahui mana spanduk yang benar-benar dukungan murni dari masyarakat atau spanduk yang sudah diproduksi secara massal.

"Saya pernah sekolah jurusan desan grafis, jadi tahu spanduk yang dikondisikan secara massal dengan spanduk yang dibuat secara partisipasi masyarakat itu beda," ujarnya.

Surin mencontohkan spanduk yang dibuat secara partisipasi pendukungnya Persebaya bonek, hasilnya berbeda-beda.

"Spanduk yang dibuat masyarakat atas kecintaannya itu seperti spanduknya Bonek Persebaya, desainnya beda. Setiap RT, setiap kelurahan pasti beda cara membuat desainnya," terangnya.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

"Tapi ini spanduknya Risma dengan Eri Cahyadi ini sama. Artinya dibuat oleh tim pemenangan mereka untuk dipasang di tempat tempat tertentu," tambah Surin.

Surin yang juga Wakil Ketua Bidang OKK Pemuda Pancasila Kota Surabaya itu menerangkan, sosialisasi spanduk banner Eri dengan background Risma ibaratnya jamur yang bercokol di musim kemarau.

"Sosialisasi spanduk banner Eri dengan Risma, saya kira seperti jamur tapi tumbuh di musim kemarau. Mestinya jamur tumbuh di musim hujan," ujarnya.

"Ini masa kampanye belum terjadwalkan. Ini mulai kampanye. Yo pastilah menumpangi situasi pandemi seperti ini," terangnya.

Surin meninta Satpol PP Surabaya harus berani dan tegas menertibkan spanduk-spanduk dan banner liar Eri Cahyadi.

"Spanduk liar harusnya Satpol PP berani menertibkan. Itu bukan tugas pengawas pemilu, bukan tugas bawaslu karena tahapan masa kampanye belum dimulai," tegasnya.

Arek asli Tambak Osowilangun, Surabaya ini menambahkan, tidak hanya spanduknya Eri Cahyadi bersama Risma saja yang harus dicopot. Jika ada spanduknya Armuji pun juga harus dicopot.

"Jangankan spanduk Eri sama Risma, spanduknya Armuji juga yang besar-besar harus diturunkan," jelasnya.

Surin meminta Wali Kota Risma juga bisa memberikan contoh yang baik bagi anak buahnya. Termasuk memerintahkan Satpol PP untuk menertibkan spanduk atau banner-banner tersebut.

"Ya wali kota harus tegas. Yang bisa memerintahkan Satpol PP kan ya wali kota untuk menertibkan spanduk-spanduk liar itu. Jangan ngajari orang yang nggak benar," tegasnya.

Menurutnya, masa kampanye bagi para calon wali kota dan wakil wali kota selama tiga bulan dirasa sudah mencukupi.

"Jadi kalau sekarang ini ya saya minta kepada Satpol PP untuk membersihkan spanduk-spanduk liar," tegasnya lagi.

"Pemimpin yang mempunyai karakter pasti punya cara yang elegan mendekati rakyat," tandasnya.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif