jatimnow alexametrics

Pilwali Surabaya 2020

Eri Cahyadi Tidak Daftar Cawali Surabaya di PDIP

Editor : Redaksi Reporter : Budi Sugiharto REPUBLIKA.co.id
Spanduk bergambar Eri Cahyadi yang sempat terpasang di Kupang, Surabaya
Spanduk bergambar Eri Cahyadi yang sempat terpasang di Kupang, Surabaya

jatimnow.com - Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya tahun ini diprediksi merupakan pertarungan antara Machfud Arifin (MA) dengan jago PDIP.

Namun PDIP hingga sekarang belum juga mengumumkan jagonya. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto tidak menyebut nama calon kepala daerah Surabaya pada Rabu (19/2).

Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono menyerahkan sepenuhnya kepada DPP untuk memutuskan nama.

"Itu bukan domain DPC. Sepenuhnya kewenangan DPP PDI Perjuangan. Sebaiknya ditanyakan ke DPP PDI Perjuangan," katanya, Sabtu (13/6/2020).

Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi (EC) kabarnya didorong maju untuk bisa melanjutkan Tri Rimaharini memimpin Kota Pahlawan. Wajah dia juga sudah di baliho-baliho.

Soal calon wali kota, Adi memastikan bahwa proses dan mekanisme organisasi di DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya sudah selesai.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

"Kami sudah membuka pendaftaran 5-14 Sepetember 2019. Semua pendaftar sudah kami ajukan ke DPP. Ada 19 orang bakal calon walikota/bakal calon wakil walikota," jelas Adi.

Namun EC dipastikan tidak mendaftar sebagai bakal calon wali kota maupun wakil wali kota ke DPC maupun DPP PDI Perjuangan.

Adi Sutarwijono menegaskan itu. "Tidak ada nama Pak Eri Cahyadi dari 19 pendaftar yang saya sebut di atas. Itu sudah sering saya sampaikan," katanya.

Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin

Tapi pendaftaran bisa juga di DPD PDIP Jatim atau DPP?

"19 orang itu sudah termasuk yang mendaftar di DPC, DPD dan DPP," tandasnya.

Berbeda dengan putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka. Ia berangkat mendaftar sebagai bakal calon wali kota Solo dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 ke DPD PDIP Jawa Tengah di Semarang pada Kamis (12/12).

Keberangkatan Gibran diantar oleh seribuan pendukungnya yang berkumpul di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Kamis pagi.

PDIP Surabaya menginginkan kader sebagai calon?

"Saya yakin DPP PDI Perjuangan akan mengambil keputusan terbaik," jawabnya.

Mantan jurnalis ini menegaskan sikap DPC PDIP Surabaya yang sudah jelas patuh terhadap keputusan yang diambil ketua umum.

"Tegak lurus pada keputusan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri. Kami akan jalankan rekomendasi DPP PDI Perjuangan dengan penuh tanggungjawab," tegasnya.

Adi membeberkan, dari ke 19 nama yang diserahkan kepda DPP PDIP terdapat sejumlan nama kader yang mendaftar sebagai bakal calon walikota dan bakal calon wakil walikota.

"Kalau calon dari kader aktif PDI Perjuangan ada Mas Whisnu Sakti Buana, ada Cak Armuji, Bu Dyah Katarina, Cak Anugerah Aryadi, Cak Oni Setiawan, Cak Eddy Tarmidi," ungkap Adi yang akrab disapa Awi ini.

PDIP Surabaya tidak ingin mencontoh Solo yang mana calonnya bergabung ke partai meski anak seorang presiden sekalipun?

"Kami (PDIP Kota Surabaya) sudah menjalankan prosedur dan mekanisme, sesuai peraturan DPP PDI Perjuangan untuk membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah dan bakal calon wakil kepala daerah. Kami jalankan pendaftaran itu 5-14 September 2019," jawan Adi diplomatis.

Saat ini hanya nama mantan kapolda Jatim yang sudah mendeklarasikaan maju sebagai calon wali kota Surabaya. MA telah mengantongi dukungan mayoritas parpol. Seperti PKB, PAN, Gerindra, NasDem, Golkar, Demokrat, PPP dan yang lain.

 

Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE