jatimnow alexametrics

Machfud Arifin Peduli Ojol Single Parent Terdampak Corona

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Jajeli Rois
Cawali Surabaya Machfud Arifin memberikan bantuan sembako kepada driver ojol single parent
Cawali Surabaya Machfud Arifin memberikan bantuan sembako kepada driver ojol single parent

jatimnow.com - Wabah Virus Corona (Covid-19) berdampak pada roda perekonomian warga. Termasuk ojek online (ojol) yang pendapatannya berkurang sekitar 70 persen hingga tidak menghasilkan pendapatan.

Ojol yang terdiri dari kaum perempuan dan ada yang single parent untuk menghidupi anaknya itu mendapatkan bantuan sembako dari Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/hotel-sahid-surabaya-2222-best-wedding-dates.jpg

Penyerahan puluhan sembako itu dilaksanakan di basecamp ojol di kawasan Asrama Polisi (Aspol) Ketintang, Surabaya.

"Ini bentuk kepedulian kami dari MA Center terhadap kondisi dan situasi saat ini. Masyarakat banyak yang terdampak khususnya ibu-ibu yang punya kegiatan ojek online, tentunya sangat berdampak yang sebelumnya satu hari bisa mendapatkan Rp 300 ribu sekarang banyak nggak mendapatkan apa-apa," kata Machfud Arifin di basecamp ojol di Aspol Ketintang, Sabtu (11/4/2020).

Cawali Surabaya yang diusung koalisi partai PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem dan Partai Golkar ini berharap kepada warga yang mampu untuk berbuat baik dengan membagikan bantuan kepada warga yang perekonomiannya terdampak akibat wabah Corona.

"Dengan kepedulian kita membagikan sembako dan berharap kepada pihak-pihak lain yang mampu untuk bisa melakukan perbuatan yang sama. Mungkin banyak masyarakat Surabaya yang membutuhkan itu," tuturnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki program memberikan bantuan kepada warga yang kurang mampu.

Cawali Surabaya yang juga pernah menjabat Kapolda Jawa Timur ini melihat program bantuan bagi warga tidak mampu dari pemkot harus dipertahankan.

Cawali Surabaya Machfud Arifin berdialog dengan driver ojol di basecamp Aspol Ketintang

"Melihat program yang sudah ada di Surabaya ini yang peduli terhadap masyarakat kita tetap pertahankan. Bila perlu yang baik dipertahankan juga akan kita tingkatkan penyebarannya kepada masyarakat yang harus kita santuni, maupun kita berikan upaya dukungan kepada masyarakat baik aspek kesehatan, pendidikan dan lapangan pekerjaan, juga ada UMKM (usaha mikro kecil menengah)," terangnya.

Ketika bertemu dengan kaum ibu yang bekerja sebagai ojek online itu, ada dialog antara mereka dengan Machfud Arifin.

Mereka mengucapkan terima kasih mendapatkan bantuan sembako dari Machfud Arifin. Mereka juga menyampaikan pengalamannya mengojek. Kaum ibu-ibu itu kebanyakan mencari penumpang dari ibu-ibu pengajian hingga anak sekolah dan kampus.

Namun karena tidak ada pengajian, tidak ada anak sekolah, sehingga berdampak pada pendapatan mereka sebagai ojek online. Bahkan ada ibu dengan menggendong anaknya yang masih kecil tetap mengojek guna mendapatkan rezeki yang halal.

"Sekolah libur, pengajian-pengajian juga tidak boleh. Jadi sekarang kita tidak ada penumpang, tidak ada pendapatan," ujar Berty, salah satu ojek online.

Selain menjadi ojek online, ada ibu-ibu yang juga punya sampingan sebagai UMKM. Mereka berharap nantinya UMKM mendapat perhatian dan kepedulian dari pemerintah.

"Karena itu harapan kami satu-satunya," katanya.

Cawali Surabaya Machfud Arifin bertemu dengan purnawirawan polisi lainnya yang pernah tinggal sekomplek di Aspol Ketintang

Machfud Arifin yang didampingi Ketua Tim Pemenangan Miratul Mukminin atau Gus Amik, Direktur Komunikasi dan Media Imam Syafii yang juga anggota DPRD Surabaya menjawab keluhan dari kaum ibu ojek online.

Ia mengatakan, kebetulan istrinya Ny Lita Machfud Arifin sebagai pengurus Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) akan memperhatikan keluhan dari pelaku UMKM.

"Insya Allah, ibu (Ny Lita Machfud Arifin) itu pengurus Dekranas yang juga mengurus model-model kayak begini. Ibu juga pelaku UKM juga," kata Machfud Arifin sambil menambahkan, banyak UMKM seperti memproduksi masker dari kain.

Machfud berharap mereka tetap jaga kesehatan dan tetap bisa melakukan aktivitas.

"Tetap jaga jarak, kemudian jangan bersentuhan. Semangat terus ya," harap Machfud.

Di sela acara itu, Machfud Arifin juga menceritakan masa lalunya tinggal di Aspol Ketintang mulai dari kecil. Ia jarang ke Aspol Ketintang karena mengikuti pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) dan berdinas di kepolisian.

Machfud juga bertemu dengan purnawirawan polisi lainnya yang pernah tinggal sekomplek di Aspol Ketintang.

Ia menceritakan masa lalu di Aspol Ketintang banyak pohon kayu putih. Aspol Ketintang dulu yang masih sepi dan ada rawa-rawa kini berubah menjadi pemukiman.

 

 

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif