Ketika Rombongan Kemenag dan Unilever Belajar Inovasi ke Banyuwangi

jatimnow.com - Kabupaten Banyuwangi kini mulai digandrungi sebagai lokasi penyelenggaraan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) oleh berbagai instansi pemerintah maupun korporasi.

Selain karena daya tarik destinasi wisatanya, inovasi di Banyuwangi juga menjadi alasan banyaknya pihak yang datang ke kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini.

Kali ini, giliran Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama (Kemenag) RI dan PT. Unilever yang datang ke Banyuwangi untuk menggelar pertemuan rutin. Kedua rombongan instansi disambut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, secara terpisah, Rabu (13/2/2020).

Direktur Jenderal Bimas Hindu I Ketut Widnya mengatakan, kegiatan workshop ortaker dan kepegawaian yang dilaksanakan di Banyuwangi ini diikuti 165 orang pegawai Ditjen Bimas Hindu dan Pimpinan Perguruan Tinggi Hindu se Indonesia. Kegiatan konsolidasi dan penguatan organisasi ini digelar salah satunya untuk mewujudkan peningkatan layanan organisasi yang profesional dan inovatif.

Banyuwangi menjadi tujuan belajar inovasi sejumlah instansi pemerintahan maupun korporasiBanyuwangi menjadi tujuan belajar inovasi sejumlah instansi pemerintahan maupun korporasi

"Kami terus berupaya agar semangat inovasi yang menjadi salah satu nilai budaya kerja di Kementerian Agama bisa dijalankan pegawai kami. Makanya kami gelar kegiatan ini di Banyuwangi, agar semua peserta yang hadir bisa mendapatkan inspirasi langsung bagaimana inovasi ini bisa menggerakkan kinerja positif suatu unit organisasi," tutur I Ketut Widnya.

Ketut menilai saat ini Banyuwangi telah berkembang luar biasa. Penilaian itu diberikannya atas pengalaman yang ia alami dan rasakan sendiri.

"Inovasi yang dijalankan oleh daerah ini membawa kemajuan yang nyata pada daerah. Kalau Banyuwangi bisa, harusnya kami organisasi yang kecil ini juga bisa berinovasi," ujat Ketut.

Workshop itu akan berlangsung selama empat hari mulai 12-15 Februari 2020. Selama di Banyuwangi peserta juga melakukan benchmarking ke beberapa instasi daerah dan berkunjung ke Mal Pelayanan Publik.

Ratusan inovasi yang digeber Banyuwangi juga menjadi perhatian PT Unilever. Direktur Tata Kelola dan Urusan Perusahaan sekaligus Sekretaris Perusahaan, Sancoyo Antarikso memilih Banyuwangi karena menilai kabupaten ini sebagai daerah yang maju, sangat inovatif dan sangat selaras dengan nilai-nilai kerja Unilever.

"Kita ingin belajar dari contoh pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Anas bagaimana cara meningkatkan kinerja pemerintahannya. Karena kami melihat banyak inovasi dan kreativitas yang dilakukan daerah ini yang bisa kami jadikan masukan berharga bagi peingkatan kinerja perusahaan," jelasnya.

Tim Unilever menggelar berbagai acara di Banyuwangi selama tiga hari mulai 12-14 Februari 2020. Selain rapat rutin, mereka juga akan mengunjungi petani penyuplai bahan baku produk Unilever, seperti gula kelapa dan kedelai hitam.

Banyuwangi menjadi tujuan belajar inovasi sejumlah instansi pemerintahan maupun korporasiBanyuwangi menjadi tujuan belajar inovasi sejumlah instansi pemerintahan maupun korporasi

"Pasokan gula kelapa dari petani Banyuwangi ke Unilever sekitar 7 ribu ton setiap tahunnya. Karena itu, kami ingin mengunjungi dan menyemangati mereka," tutur Sancoyo.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku senang dengan kehadiran sejumlah lembaga maupun korporasi yang banyak menggelar acara di Banyuwangi. Ini menunjukkan Banyuwangi telah menjadi salah satu destinasi MICE di Indonesia.

"Kami terus melengkapi kota kami dengan fasilitas untuk MICE. Amenitas seperti hotel-hotel berbintang empat terus berbenah menjadi tempat yang nyaman untuk digelar pertemuan. Destinasi dan atraksi seni dan budaya terus kita perkaya untuk melengkapi wisatawan yang hadir di Banyuwangi," ungkap Bupati Anas.

Bupati Anas menjelaskan jika inovasi telah menjadi nafas dalam kinerja pemerintahan daerah. Banyuwangi selama dua tahun berturut-turut ditetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif se Indoenesia oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Inovasi adalah kunci untuk menghadirkan kemajuan di tengah keterbatasan yang kami miliki. Selain itu kami juga menentukan skala prioritas dalam bekerja agar hasil yang didapatakan bisa optimal untuk mencapai kemajuan daerah," pungkasnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top