Cerita Pedagang Buah yang Sukses Berjualan di PIOS

jatimnow.com - H Imam Arifin (55), salah satu pedagang buah di Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) mengaku mendapatkan keuntungan berlebih sejak berjualan di pasar yang terletak di kawasan Tambak Osowilangun, Benowo, Surabaya.

Sebelumnya, pedagang buah asal Jember ini berdagang di salah satu pasar induk di Ibu Kota Jakarta selama delapan tahun.

Ia yang menjadi pedagang buah alpukat, durian, sirsak dan mangga ini memutuskan berpindah ke PIOS dengan berbagai macam pertimbangan.

Salah satunya adalah keuntungan yang didapat semakin mepet karena ongkos transportasi buah dari Jember ke Jakarta cukup tinggi.

"Hasilnya mepet karena ongkos kendaraan semakin tinggi. Rasanya seperti gali lubang tutup lubang," kata H Imam Arifin yang akrab dipanggil Muarfin kepada jatimnow.com, Selasa (21/1/2020).

Ayah dua anak ini mengungkapkan bahwa untuk ongkos truk colt diesel dari Jember menuju Jakarta biayanya mencapai Rp 4,5 juta.

"Kalau dari Jember ke Surabaya ongkosnya Rp 1,3 juta sedang untuk pikap Rp 1 juta. Lumayan kan selisihnya," terangnya.

Pedagang yang kerap menjadi imam di musala ini sejak setahun terakhir memutuskan pindah berjualan di PIOS. Dirinya mengaku sejak berjualan di PIOS, keuntungan yang didapatkan juga cukup lumayan.

"Saya tidak perlu menyebut nominalnya. Alhamdulillah, yang jelas sejak pindah ke PIOS tabungan saya bertambah banyak," ujarnya lalu tertawa.

Ia menyebut, jarak dari PIOS ke Jember relatif lebih dekat sehingga dirinya dapat kerap bertemu dengan keluarganya.

"Sekarang dua minggu sekali saya pulang bertemu keluarga," pungkasnya.

 

Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top