Pixel Code jatimnow.com

Bunga Bangkai Ditemukan Mekar di Kebun Warga Mojokerto

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Achmad Supriyadi
Warga menunjukkan bunga bangkai yang ditemukan di Mojokerto
Warga menunjukkan bunga bangkai yang ditemukan di Mojokerto

jatimnow.com - Bunga bangkai dengan nama ilmiah Raflesia Arnoldi yang tumbuh di Dusun Tambaksari, Desa Kertosari, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mengejutkan warga sekitar.

Bunga yang tergolong langka kemunculannya itu menjadi perhatian semua warga, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Bunga raksasa dengan ukuran tinggi sekitar 30 sentimeter dan lebar 10 sentimeter itu tumbuh di tanah milik Majayin yang juga kepala dusun setempat.

Amari (50) adik Majayin mengatakan, bunga bangkai itu tumbuh sekitar tiga hari lalu dan tidak tahu kalau itu jenis flora yang dilindungi.

"Awalnya tanah seperti retak, lalu dua haru kemudian kelihatan ungu keluar dari tanah. Kemarin baru kelihatan bunganya," terang Amari kepada jatimnow.com, Kamis (7/11/2019).

Bunga bangkai yang ditemukan di MojokertoBunga bangkai yang ditemukan di Mojokerto

Baca juga:
Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Amari menjelaskan, ia dan warga sekitar awalnya tidak tahu jika itu bunga bangkai, lantaran tercium bau seperti bangkai hewan mati. Lalu warga mencari sumber bau tersebut dan setelah didekati, bau itu keluar dari bunga yang berada di pinggir tanaman pisang.

"Dikira ada bangkai tikus mati, lalu saya dan orang-orang mencari bau itu. Setelah didekati sumber bau dari bunga itu," bebernya.

Baca juga:
Warna-Warni Mojokerto, Pameran Perupa Jatim Rangkul Generasi dan Isu Lingkungan

Warga yang tidak tahu itu bunga bangkai, mau menebangi karena tidak kuat dengan bau busuk yang dikeluarkan saat malam hari.

"Baunya mulai maghrib sudah menyengat, sampai keponakan saya mengungsi karena tidak tahan dengan bau yang dikeluarkan," pungkasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam