Pixel Code jatimnow.com

Cabuli Pelajar 15 Kali, Remaja di Kota Probolinggo Ditangkap

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Mahfud Hidayatullah
Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Imam Pauji menginterogasi kedua remaja tersangka pencabulan
Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Imam Pauji menginterogasi kedua remaja tersangka pencabulan

jatimnow.com - Dua remaja di Kota Probolinggo ini harus menghabiskan masa remaja di balik jeruji besi tahanan, setelah keduanya ditangkap polisi. Keduanya terlibat kasus pencabulan anak di bawah umur.

Kedua remaja itu adalah MAR (20) dan DS (20), keduanya sama-sama berasal dari Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, tapi tinggal di desa berbeda.

"Kedua tersangka ini melakukan pencabulan dengan korban dan tempat berbeda," terang Wakapolres Probolinggo Kota, Kompol Imam Pauji, Senin (7/10/2019).

Imam menjelaskan, tersangka MAR ditangkap setelah terbukti mencabuli pelajar, yang juga asal Kota Probolinggo. Dalam pemeriksaan terungkap bahwa tersangka ini mencabuli korbannya lebih dari 15 kali.

"Sedangkan tersangka DS, menyetubuhi korban asal Kabupaten Probolinggo," tambah Imam.

Baca juga:
Pria di Sidayu Gresik Hamili Tetangganya, Pelajar Usia 16 Tahun

Dalam melakukan aksinya, tersangka DS merayu korban untuk datang ke Kota Probolinggo. Setelah bertemu dan diajak jalan-jalan, korban disetubuhi tersangka layaknya suami istri di sebuah kamar.

"Kedua tersangka melakukan perbuatannya di tempat dan waktu yang berbeda," tuturnya.

Baca juga:
Pria Lamongan Perdayai Teman Anaknya, Disetubuhi 10 Kali Hingga Hamil 8 Bulan

Selain menangkap kedua tersangka setelah mendapat laporan orangtua kedua korban, Unit PPA Satreskrim Polres Probolinggo Kota juga mengamankan hasil visum korban dan menyita pakaian korban yang dipakai saat kejadian.

Atas jeratan Pasal 82 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, kedua remaja ini terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam