Belajar dari Mangkunegara X, 25 Pemimpin Kampus Ditempa di Solo

Selasa, 11 Agu 2026 16:33 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Perwakilan pimpinan dari 25 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti NMT LEAP 2026 Phase 2 dihadiri oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X (tengah kiri menggunakan batik Tosca). (Foto/Humas Ubaya)

jatimnow.com - Tantangan perguruan tinggi di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), perubahan sosial, dan ketidakpastian ekonomi menuntut model kepemimpinan yang tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki pijakan kuat pada nilai dan karakter bangsa.

Persoalan itu menjadi fokus tahap kedua National Multiplication Training (NMT) LEAP 2026 yang digelar Universitas Kristen (UK) Petra bersama Universitas Surabaya (Ubaya) di Solo, 10–13 Agustus 2026.

Sebanyak 25 pimpinan perguruan tinggi terpilih dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi hingga Papua, mengikuti program penguatan kapasitas kepemimpinan tersebut.

Baca juga: Gabungkan AI dan Robotika, Mahasiswa Surabaya Bikin Robot Catur Pintar

Berbeda dengan tahap pertama yang berlangsung di Surabaya pada Maret lalu dan berfokus pada konsep kepemimpinan serta penyusunan Project Action Plan (PAP), tahap kedua diarahkan pada eksekusi rencana, kolaborasi strategis, keberlanjutan, hingga ketahanan finansial perguruan tinggi.

Peserta juga dibekali materi mengenai manajemen konflik dan kepemimpinan adaptif untuk menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian. Penguatan jejaring antarperguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional menjadi bagian lain dari rangkaian program.

Salah satu agenda utama membawa para peserta melihat langsung praktik kepemimpinan budaya dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X.

Dalam sesi bertema “Membangun Generasi Emas: Berakar pada Tradisi, Melangkah Maju dengan Inovasi Pendidikan”, Mangkunegara X membagikan pengalaman memimpin dan merevitalisasi Mangkunegaran.

Pengalaman itu menjadi studi kepemimpinan tentang bagaimana tradisi dan identitas budaya dapat tetap dipertahankan tanpa menutup ruang bagi inovasi. Pendekatan tersebut juga mencakup upaya menjangkau generasi muda, termasuk Gen Z dan Gen Alpha.

Head of Committee NMT LEAP 2026, Josua Tarigan, Ph.D., mengatakan perguruan tinggi perlu menemukan titik temu antara perkembangan teknologi dan penguatan karakter bangsa.

“Pendidikan tinggi di Indonesia tidak hanya dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi modern seperti AI, tetapi juga harus berakar kuat pada nilai tradisi dan karakter bangsa. Pembelajaran langsung dari kepemimpinan Mangkunegara X menjadi inspirasi nyata bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan berdampingan,” kata Josua.

Program tidak berhenti pada sesi pemaparan. Para peserta juga menjalani peer consulting untuk membahas tantangan kepemimpinan yang mereka hadapi di institusi masing-masing.

Baca juga: GATRA Resmi Dikukuhkan di Kaki Gunung Pawitra, Siap Perkuat Pertanian Nusantara

Pengalaman selama program kemudian didokumentasikan dalam sebuah buku ber-ISBN. Langkah itu diharapkan menjadi ruang berbagi praktik kepemimpinan sekaligus memperluas dampak program di lingkungan pendidikan tinggi.

\

Ketahanan Finansial Jadi Perhatian

Selain kepemimpinan dan kolaborasi, ketahanan finansial menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam NMT LEAP 2026.

Wakil Rektor I Ubaya sekaligus anggota komite acara, Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto, membawakan materi “Financial Empowerment: Mastering Management in Uncertain Times”.

Menurut Maria, fleksibilitas dalam mengelola keuangan menjadi salah satu fondasi keberlanjutan perguruan tinggi swasta (PTS), terutama ketika institusi pendidikan menghadapi perubahan lanskap yang cepat.

Ia menyoroti pentingnya diversifikasi sumber pendapatan, efisiensi alokasi sumber daya berdasarkan prioritas strategis, serta integrasi manajemen risiko finansial ke dalam proses pengambilan keputusan akademik.

Baca juga: Ubaya Bangun Tower dan Gedung Baru FBE, Integrasikan Layanan Kampus

“Manajemen keuangan perguruan tinggi tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai fungsi administratif keuangan semata, melainkan sebagai alat strategis (strategic empowerment) untuk mendukung inovasi pembelajaran, riset, dan pengembangan mutu institusi jangka panjang,” ujar Maria.

NMT LEAP 2026 digelar dengan dukungan German Academic Exchange Service (DAAD) melalui inisiatif Dialogue on Innovative Higher Education Strategies (DIES). Program tersebut merupakan kerja sama DAAD dengan Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Federal Jerman (BMZ).

Program ini juga mendapat dukungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek RI. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui rangkaian NMT LEAP 2026, UK Petra dan Ubaya mendorong para pimpinan kampus tidak sekadar menyusun gagasan perubahan, tetapi memastikan rencana tersebut dapat dieksekusi, memiliki daya tahan finansial, serta menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, penguatan kapasitas pemimpin perguruan tinggi diharapkan bermuara pada kemampuan institusi mencetak generasi Indonesia yang kompeten, berkarakter, adaptif terhadap teknologi, dan mampu bersaing di tingkat global.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler