Pixel Code jatimnow.com

Update Kecelakaan KM Virgo Transport 8: Tim SAR Temukan 172 Korban

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Tim SAR gabungan kembali menemukan jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport-8 di perairan Laut Jawa hingga Sabtu (26/9/2026) sore. (Foto/Basarnas)
Tim SAR gabungan kembali menemukan jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport-8 di perairan Laut Jawa hingga Sabtu (26/9/2026) sore. (Foto/Basarnas)

jatimnow.com - Tim SAR gabungan kembali menemukan jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa hingga Sabtu (26/9/2026) sore.

Catatan resmi memperlihatkan 172 penumpang dari total 243 orang dalam manifes berhasil dievakuasi, dengan rincian 108 selamat dan 64 meninggal dunia. Kini fokus operasi berkejaran dengan waktu untuk mencari 71 penumpang yang masih hilang.

Penyelaman mendalam (Sortie-IV) yang bertolak dari KN SAR Pacitan menyisir titik kordinat tenggelamnya kapal pada sore hari.

Tim selam berhasil mengangkat sejumlah kantong jenazah ke permukaan sebelum ditransfer ke KRI Gusti Ngurah Rai (GNR) untuk penanganan medis awal.

Jangkauan pencarian juga meluas akibat arus laut. Di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, tim SAR menemukan satu jenazah tambahan yang terbawa hingga kawasan Sungai Cabang.

Baca juga:
Operasi KM Virgo Transport 8: 10 Korban Evakuasi, 83 Masih Dicari

Seluruh kantong jenazah hasil evakuasi sore diterbang langsung menggunakan helikopter HS Panther 1311 menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarmasin, guna menjalani proses identifikasi DVI Polri.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kepala Basarnas M. Syafii memastikan penyisiran udara, permukaan, hingga bawah laut terus berlanjut tanpa mengurangi intensitas personel.

Baca juga:
Tim SAR Evakuasi 14 Korban KM Virgo Transport 8 dari Dalam Kapal

"Operasi kami laksanakan maksimal untuk memberikan kepastian bagi pihak keluarga. Fokus utama saat ini mencari seluruh korban tersisa," terangnya sebagai update pencarian korban kapal

Operasi SAR berskala besar ini melibatkan armada lintas instansi, mencakup kapal perang TNI AL, helikopter, penyelam kualifikasi dalam, hingga armada patroli daerah. Penyisiran bakal terus diperluas mengikuti pola sebaran arus dan cuaca di Laut Jawa.