Borong Takjil Sambil Cek Promo Bright Gas, Solusi Hemat di Bulan Ramadan

Selasa, 24 Feb 2026 23:23 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Gelaran Bazaar Al-Madinah di kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya. (Foto: Pertamina/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengintegrasikan strategi penetrasi pasar LPG non-subsidi dengan pemberdayaan sektor riil lewat gelaran Bazaar Al-Madinah di kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya korporasi dalam mengoptimalkan konsumsi energi tepat sasaran sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di Jawa Timur.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan Gas LPG di Wilayah Kediri Raya

Berlangsung mulai 20 Februari hingga 18 Maret 2026, Pertamina meluncurkan Program Promo Istimewa Bright Gas.

Fokus utama program ini adalah mendorong transisi penggunaan tabung LPG 3 Kg ke Bright Gas melalui skema tukar tambah (trade-in) dan insentif potongan harga isi ulang (refill) bagi konsumen yang bertransaksi via aplikasi MyPertamina.

Langkah ini selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperketat distribusi LPG bersubsidi agar menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar berhak.

Dengan memanfaatkan momentum lonjakan konsumsi energi rumah tangga selama Ramadan, Pertamina membidik segmen menengah ke atas untuk beralih ke produk bahan bakar nonsubsidi yang lebih aman dan berkualitas.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berdampak langsung pada indikator ekonomi daerah.

Baca juga: Warga Jatim Tak Perlu Panic Buying, Stok LPG Melimpah Selama Long Weekend

"Kehadiran kami di pusat keramaian publik ini bertujuan menghadirkan aksesibilitas energi yang andal. Di saat yang sama, kami memberikan stimulus bagi UMKM binaan agar naik kelas dengan menyediakan panggung pasar yang kompetitif," tegas Ahad dalam keterangan resminya, Selasa (24/2/2026).

\

Efek domino dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh mitra binaan sektor Food & Beverage (F&B).

Irvan, pemilik usaha Nika Kopi yang merupakan mitra binaan Pertamina, mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam bazaar ini menjadi katalis penting bagi pertumbuhan bisnisnya.

"Dukungan ini melampaui sekadar pembinaan teknis. Akses terhadap pasar potensial seperti di Masjid Al-Akbar membantu kami memperluas basis pelanggan dan memperkuat identitas merek secara organik," kata Irvan.

Baca juga: Pertamina Setor Rp4,3 Triliun Pajak Bahan Bakar, Pacu Pembangunan Jatimbalinus

Dari sisi konsumen, efisiensi harga melalui transaksi digital menjadi daya tarik utama. Rina, salah satu pengunjung, mencatat bahwa kemudahan aplikasi MyPertamina membantu mengelola pengeluaran rumah tangga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok selama bulan puasa.

Secara makro, sinergi antara penyediaan energi dan fasilitasi perdagangan UMKM ini diharapkan mampu menjaga stabilitas daya beli masyarakat sekaligus memacu perputaran uang di level lokal.

Dengan infrastruktur distribusi yang mencakup 11 cabang strategis di berbagai wilayah, Pertamina Patra Niaga terus bertransformasi menjadi penyokong utama kelancaran arus logistik dan energi nasional.

Bazaar Al-Madinah tidak hanya menjadi titik temu sosial bagi warga Surabaya untuk "ngabuburit", tetapi juga menjadi etalase bagi efektivitas integrasi energi dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler