FK Unusa Cetak Spesialis Obgyn Berbasis Nutrisi Janin dan Ahli Paru

Minggu, 22 Feb 2026 00:35 WIB
Reporter :
Ali Masduki
FK Unusa resmi membuka PPDS Obgyn dan Pulmonologi. (Foto: Humas Unusa/jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperluas kontribusi di sektor kesehatan nasional dengan meresmikan dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru, yakni Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi.

Langkah ini menjadi respons konkret terhadap tingginya beban kasus tuberkulosis (TBC) di Jawa Timur serta upaya sistematis memutus rantai stunting sejak dalam kandungan.

Peluncuran dua program spesialis di bawah naungan Fakultas Kedokteran (FK) Unusa ini dilakukan berbarengan dengan pembukaan program serupa di Universitas Ciputra dan Universitas Hang Tuah, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Lupakan Soft Skills! Prof Yusak Unusa Ungkap Rahasia Softbrain Engineer 2026

Unusa membawa misi spesifik dalam kurikulumnya, yakni memadukan sains medis modern dengan nilai-nilai humanistik Ibnu Sina.

Pada spesialis Obgyn, Unusa mengambil ceruk yang jarang tersentuh, yakni tata kelola antenatal berbasis nutrisi janin. Pendekatan ini memandang kesehatan bayi bukan dimulai saat lahir, melainkan sejak masa konsepsi.

Dengan memperbaiki gizi janin secara presisi, dokter spesialis lulusan Unusa diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia.

Sementara itu, PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi hadir di tengah situasi darurat pernapasan. Data menunjukkan posisi Indonesia berada di peringkat kedua dunia untuk kasus TBC setelah India.

Baca juga: Dokter Baru FK Unusa Siap Taklukkan Lumpur Pedalaman Papua

Di level nasional, Jawa Timur membayangi Jawa Barat di posisi kedua penyumbang kasus terbanyak.

\

Rektor Unusa, Prof. Triyogi Yuwono, menjelaskan bahwa kehadiran dua prodi ini adalah strategi hulu ke hilir. Menurutnya, kesehatan bangsa harus dijaga ketat sejak dalam rahim hingga perlindungan terhadap penyakit menular yang masih menghantui masyarakat.

"Kesehatan generasi kita bermula dari kandungan. Melalui penguatan pendidikan spesialis di bidang ibu-anak dan respirasi, kami ingin memberi dampak nyata bagi publik," ujar Prof. Triyogi.

Baca juga: FK Unusa Luluskan 46 Dokter, Siap Mengabdi di Daerah Terluar Nusantara

Senada dengan hal tersebut, Dekan FK Unusa Dr. dr. Handayani memastikan kurikulum yang disusun tidak hanya mengejar kemahiran klinis. Ia menegaskan pentingnya integritas moral dan kepekaan sosial bagi para calon dokter spesialis.

"Kami meramu keunggulan sains, sisi kemanusiaan, dan nilai keislaman. Lulusan nanti wajib profesional, beretika, serta cekatan menjawab tantangan kesehatan di komunitas, terutama soal TBC dan kesehatan ibu," tegas dr. Handayani.

Targetnya, pada 2035 mendatang, FK Unusa mampu melahirkan jajaran spesialis yang kompetitif secara global namun tetap membumi dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler