jatimnow.com - Raut lelah dan pasrah tampak di wajah para pekerja maupun ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tiwet, Lamongan saat harus berjibaku dengan banjir. Ya, kondisi banjir memaksa mereka harus memutar otak dan bekerja ekstra keras, lantara banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero Lamongan semakin memprihatinkan.
Mobil operasional SPPG Tiwet, Kecamatan Kalitengah tak mampu menerjang banjir sehingga ompreng atau tempat makan sisa MBG harus dipindah ke perahu untuk diantar kembali ke Dapur Sehat SPPG.
Konektivitas di Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Jawa Timur, menjadi salah satu titik paling terdampak.
Baca juga: Anggaran BGN Turun, SPPG Tempurejo Kediri Kembali Layani Sekolah hingga Posyandu
Asisten Laboratorium SPPG Tiwet, Agung, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil lantaran ketinggian air terus meningkat secara signifikan sejak Selasa (13/1/2026) siang.
“Tadi berangkatnya naik mobil masih bisa, tapi pas kembalinya khawatir air makin tinggi, jadi alternatifnya naik perahu,” ujar Agung.
Baca juga: Nestapa Pelaku UMKM Lamongan, Terlanjur Investasi tapi Serapan SPPG Minim
Pekerja SPPG, harus mendayung sejauh kurang lebih 500 meter membelah genangan air setinggi 80 sentimeter.
“Ini kurang lebih ada 120 ikat, jadi totalnya sekitar 300 ompreng yang kami bawa balik,” pungkasnya.
Baca juga: Mbak Vinanda Resmikan SPPG Semampir 1, Perkuat Pemenuhan Gizi Anak dan 3B Kediri
Hingga berita ini diturunkan, banjir di wilayah Kalitengah belum menunjukkan tanda-tanda akan surut.
Kendati demikian, pihak SPPG memastikan pelayanan MBG bagi siswa akan tetap diupayakan berjalan tepat waktu dengan menyesuaikan kondisi lapangan.