Pixel Code jatimnow.com

Buntut Tragedi Siswa Keracunan, Dapur Gizi Karangsono Jember Rombak Fasilitas Demi Cabut Suspend BGN

Editor : Dadang Kurnia   Reporter : Sugianto
Satgas MBG Kecamatan Bangsalsari saat melakukan rapat evaluasi (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)
Satgas MBG Kecamatan Bangsalsari saat melakukan rapat evaluasi (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)

jatimnow.com – Pasca insiden keracunan yang menimpa sejumlah siswa beberapa waktu lalu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangsono di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, terus melakukan evaluasi dan pembenahan besar-besaran.

Sambil menanti masa penangguhan (suspend) dari Badan Gizi Nasional (BGN) dicabut, dapur penyedia makanan bergizi ini merombak total infrastrukturnya demi mengembalikan kepercayaan publik.

Camat Bangsalsari, Deni Hadiatullah, menegaskan bahwa pihak SPPG tidak tinggal diam selama masa pembekuan operasional tersebut. Sesuai dengan evaluasi dan supervisi ketat dari Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat kabupaten maupun kecamatan, pihak pengelola langsung mengeksekusi sejumlah perbaikan krusial di lapangan.

"Terkait kejadian SPPG Karangsono beberapa waktu lalu, ketika suspen mereka memperbaiki secara insfratruktur apa-apa yang memang harus diperbaiki. Disisi lain, sambil menunggu suspend berakhir," kata Camat Bangsalsari, Deni Hadiatullah, Senin (24/8/2026).

Guna memastikan insiden serupa tidak terulang, perbaikan difokuskan pada standar kebersihan, kesehatan lingkungan, dan kelayakan operasional. Berdasarkan pantauan pihak kecamatan, terdapat beberapa sektor utama yang tengah dikebut pengerjaannya

Di antaranya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk memastikan limbah sisa dapur terkelola dengan higienis dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Baca juga:
Puluhan Dapur MBG di Probolinggo Beroperasi Tanpa PBG dan SLF, Baru Satu yang Berproses

Kemudian, pembenahan alur sanitasi agar area dapur tetap steril. Pengelola juga melakukan penyesuaian tata letak dan peralatan agar rasio produksi makanan harian berjalan optimal dan aman.

"Termasuk limbah, IPAL, kapasitas dapur, semua diperbaiki setahu saya. Sampai hari ini, kemarin saya lihat masih proses, ada yang dalam pengerjaan dan ada yang sudah," sambungnya.

Terkait kapan SPPG Karangsono bisa kembali beroperasi menyalurkan makanan bergizi kepada para siswa, Deni mengaku masih menunggu keputusan resmi dari pusat. Kewenangan pencabutan status suspend sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca juga:
Warga Keluhkan Aktivitas Dapur SPPG di Jalan Mastrip Probolinggo

Meski demikian, Pemerintah Kecamatan Bangsalsari menjamin bahwa para penerima manfaat ke depannya tidak perlu merasa waswas. Segala bentuk kelemahan di masa lalu telah dievaluasi berlapis dan operasional dapur kelak dipastikan wajib mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) kesehatan gizi yang ketat.

"Apa yang terjadi, dapur berkomitmen untuk menjaga kualitas serta berkomitmen untuk tidak terjadi lagi," ungkapnya.