Pixel Code jatimnow.com

Jargas PGN Jadi Bagian Perayaan HUT RI di Sejumlah Wilayah Semarang

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Ribuan warga Semarang merayakan HUT RI dengan jalan sehat sekaligus mendapat edukasi soal manfaat, keamanan, dan efisiensi jargas PGN. (Foto: PGN for jatimnow.com)
Ribuan warga Semarang merayakan HUT RI dengan jalan sehat sekaligus mendapat edukasi soal manfaat, keamanan, dan efisiensi jargas PGN. (Foto: PGN for jatimnow.com)

jatimnow.com - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di sejumlah wilayah Kota Semarang menjadi momentum bagi warga untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengenal lebih jauh manfaat jaringan gas (jargas) PGN.

Melalui program Gempita GasKita 2026, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memberikan edukasi mengenai penggunaan gas bumi yang dinilai aman, praktis, dan efisien untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha.

Di Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, sekitar 650 warga mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi jalan sehat, senam bersama, festival UMKM, hingga layanan kesehatan gratis, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan PGN untuk berdialog langsung dengan warga mengenai pengalaman menggunakan jargas, manfaat gas bumi, serta layanan pelanggan yang tersedia.

Lurah Miroto Sigit Riyanto mengatakan kegiatan perayaan kemerdekaan tidak sekadar menjadi hiburan warga, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong.

“Kami ingin meningkatkan kerukunan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap warga, termasuk sikap gotong royong, empati, dan simpati antarwarga,” kata Sigit.

Sejumlah warga Miroto telah menggunakan jargas PGN sejak 2023. Salah satunya Sunoto, warga Jalan Batansawo, yang merasakan kemudahan karena tidak perlu lagi membeli maupun mengganti tabung LPG untuk memasak.

Menurut Sunoto, biaya penggunaan jargas sekitar Rp130.000 per bulan sudah mencukupi kebutuhan memasak keluarganya.

Pengalaman serupa disampaikan Seno Arie Wibowo dan Krisna Tungga Rajasa. Keduanya menilai jargas memberikan kemudahan sekaligus membantu menekan pengeluaran rumah tangga.

Sigit mengapresiasi keterlibatan PGN dalam kegiatan masyarakat. Ia berharap kerja sama melalui berbagai program pemberdayaan dapat terus berlanjut.

Program Gempita GasKita juga berlangsung di Kampung Parang Baris, RW 15, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan. Edukasi jargas dirangkai dengan jalan sehat dan senam bersama dalam perayaan HUT ke-81 RI.

PGN memberikan pemahaman mengenai cara menggunakan jargas secara aman, langkah mitigasi ketika terjadi kebocoran, hingga pemanfaatan aplikasi PGN Mobile. Salah satu fitur yang diperkenalkan ialah Catat Meter Mandiri (CMM).

Saat ini, sekitar 150 rumah di Kampung Parang Baris telah menjadi pelanggan gas rumah tangga PGN. Permintaan sambungan baru juga terus bertambah.

Baca juga:
Foto: Menjaga Nyala yang Tak Pernah Padam

Ketua RW 15 Dudi Supriyono mengatakan sedikitnya 65 rumah telah menyatakan minat untuk mendapatkan sambungan jargas.

Sebagai pelanggan pertama jargas di wilayah itu, Dudi merasakan manfaat langsung dari penggunaan gas bumi. Pengeluaran bulanannya, kata dia, turun menjadi sekitar Rp190.000 dari sebelumnya sekitar Rp250.000 ketika menggunakan LPG.

Selain untuk kebutuhan rumah tangga, jargas juga dinilai memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM rumahan karena pasokan gas tersedia langsung melalui jaringan pipa.

Edukasi mengenai jargas berlanjut di RW 21 Tlogosari Kulon. Sekitar 1.200 warga mengikuti jalan sehat yang menjadi bagian dari puncak perayaan HUT RI.

Ketua RW 21 Karsono mengatakan kegiatan tersebut mempertemukan warga dari RT 01 hingga RT 10 dan menjadi sarana memperkuat solidaritas lingkungan.

Dalam kesempatan itu, PGN menjelaskan penggunaan jargas, mekanisme pembayaran, serta manfaat gas bumi bagi rumah tangga dan pelaku usaha. Berbeda dengan LPG, pelanggan tidak perlu membeli tabung secara berkala karena gas dialirkan langsung melalui jaringan pipa menuju rumah.

Baca juga:
PGN Gandeng Kejati Jatim Perkuat Kepastian Hukum Infrastruktur

Salah satu pelanggan, Parman, mengaku telah beralih dari LPG 3 kilogram ke jargas PGN sekitar enam bulan terakhir. Pengeluaran energinya rata-rata sekitar Rp100.000 per bulan, bergantung pada tingkat pemakaian.

“Selama menggunakan jargas, penggunaannya berjalan lancar,” ujar Parman.

Manfaat jargas juga dirasakan Masjid Miftahul Huda di RT 04/RW 21. Gas bumi digunakan untuk memasak dalam kegiatan Jumat Berkah dan berbagai kegiatan keagamaan.

Prayitno mengatakan kebutuhan gas bahkan digunakan ketika pihak masjid menyiapkan makanan hingga sekitar 200 porsi. Rata-rata biaya penggunaan jargas mencapai sekitar Rp160.000 per bulan.

Karsono menyebut sekitar 80 persen warga RW 21 telah menggunakan jargas PGN. Meski demikian, edukasi masih diperlukan untuk menjawab berbagai pertanyaan warga, terutama mengenai pemasangan, keamanan, penggunaan, dan mekanisme pembayaran.

Rangkaian perayaan kemerdekaan di Miroto dan Tlogosari akhirnya tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi warga. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi PGN untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan gas bumi sekaligus memperkuat hubungan dengan pelanggan dan lingkungan sekitar.