Pixel Code jatimnow.com

Dalang Binaan Petrokimia Gresik Buka Pagelaran Wayang Ki Bayu Aji Pamungkas

Editor : Yanuar D   Reporter : Sahlul Fahmi
Siluet wayang kulit lakon Sumantri Ngenger yang ditampilkan dalang Ki Ahmad Bagas Septiawan dari Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Siluet wayang kulit lakon Sumantri Ngenger yang ditampilkan dalang Ki Ahmad Bagas Septiawan dari Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dalang muda binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik, Ki Ahmad Bagas Septiawan, tampil sebagai dalang pembuka di acara Pagelaran Wayang Kulit yang menampilkan dalang utama Ki Bayu Aji Pamungkas dengan lakon Begawan Ciptaning.

Acara ini yang juga dimeriahkan Sinden Lintang Kairo dan pelawak Cak Percil ini menjadi puncak HUT ke-54 Petrokimia Gresik dan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di halaman GOR Tri Dharma, Jumat (14/8/2026) malam lalu.

Ki Ahmad Bagas Septiawan, merupakan karyawan Pabrik Produksi 2B PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri, anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), berkolaborasi dengan 3 dalang cilik yakni Avinto Bintang Pratama (kelas 1 SMP), Kyano Reynand Hanenda dan Nikolas Davino (kelas V SD). 

Dalam kesempatan ini, ketiga dalang cilik yang juga binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik ini mendapatkan bantuan pembinaan dari PT Petrokimia Gresik yang disampaikan oleh jajaran direksi. 

Dalam penampilannya, Ki Ahmad Bagas Septiawan yang kini berusia 26 tahun itu menampilkan lakon Sumantri Ngenger. Lakon ini menceritakan tentang Sumantri yang berwajah tampan ingin mengabdikan diri sebagai Patih di Kerajaan Mahespati yang dipimpin Prabu Arjuno. Berkat kecerdasan dan kesaktian yang dimililikinya, Sumantri mendapat gelar Patih Suwanda. 

Namun perjalanan karir Sumantri sebagai patih, tak lepas dari peran besar adiknya bernama Sukrasana, yang berwujud raksasa buruk rupa. Meksi begitu Sukrasana memiliki kesaktian tinggi, ia juga sangat menghormati dan menyayangi Sumantri, ia sangat setia dan loyal kepada saudara tuanya itu.

Kesaktian Sukrasana teruji saat Sumantri mendapat tugas dari Raja Mahespati, Prabu Arjuno untuk memindahkan Taman Sriwedari yang berada di Khayangan Uttasegara ke Kerajaan Mahespati. 

Dengan kesaktian yang dimilikinya, Sukrasana dengan senang hati membantu kakaknya memindahkan Taman Sriwedari. Berkat jasanya, Sumantri kemudian mengajak adiknya yang buruk rupa itu tinggal di istana Kerajaan Mahespati. 

Sementara lakon Begawan Ciptaning yang dimainkan dalang utama Ki Bayu Aji Pamungkas yang merupakan putra dari dalang kondang asal Solo Ki Anom Suroto, menceritakan perjuangan Raden Arjuna yang ingin mengalahkan Prabu Niwatakaca, raksasa dari Maninantaka yang berniat menguasai Negeri Kahyangan.

Dengan penuh kesabaran, Arjuno lantas menyamar sebagai Begawan Ciptaning dan bertapa di Gunung Indrakila. Selama bertapa, Arjuno fokus menyatukan pikiran dan batin dengan menahan diri dari nafsu duniawi, sehingga ia bisa melewati berbagai ujian seperti kesabaraan saat diuji oleh Batara Endra yang menyamar sebagai pendeta tua. 

Baca juga:
Aniwayang Tembus Panggung Dunia, Sulap Wayang Jadi Hiburan Modern di Museum Nasional

Tak hanya itu, Raden Arjuno juga bisa menghalau rayuan 7 bidadari yang ditugaskan untuk menggoda keimanan Arjuno. Berkat kesabaran dan kebersihan batinnya, Arjuno berhasil melewati masa-masa prihatin itu sehingga ia mendapatkan senjata panah sakti bernama Pasopati.

Dengan Pasopati Itulah Raden Arjuno berhasil mengalahkan Prabu Niwatakaca. Kekalahan Prabu Niwatakaca membuat Negeri Kahyangan kembali aman dan tenteram.

Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, yang hadir menikmati pagelaran wayang kulit bersama ribuan warga mengungkapkan jika dari lakon wayang yang ditampilkan terdapat pesan mengenai dedikasi, kesetiaan dan perjuangan yang dapat dijadikan inspirasi perusahaan dalam mencapai kinerja terbaik. 

"Pertunjukan wayang kulit ini menjadi momentum refleksi perjalanan perusahaan PT Petrokimia Gresik dalam memberikan kontribusi bagi bangsa dan masyarakat," kata Daconi Khotob.

Pria kelahiran Bandar Lampung yang meraih gelar Sarjana Teknik Kimia di UGM tahun 1995 tersebut juga mengaku bangga dengan wayang kulit yang telah ditetapkan UNESCO sebagai karya Warisan Agung Kemanusiaan untuk Budaya Lisan Nonbendawi (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity) asal Indonesia.

Baca juga:
Orientasi Unik di Ubaya, Mahasiswa Baru Susun Puzzle Wayang Raksasa

"Kita patut bangga karena wayang kulit yang asli Indonesia telah diakui dunia," ucap Daconi yang menyelesaikan Magister Managemen dari Universitas Andalas tahun 2009.

Doktor lulusan Universitas Brawijaya di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia tahun 2023 tersebut tak lupa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungannya selama ini kepada PT Petrokimia Gresik sehingga punya peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. 

Atas capaian tersebut, Presiden Republik Indonesia ke-8 Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), memberikan apresiasi atas kinerja positif Pupuk Indonesia sebagai induk dari PT Petrokimia Gresik yang mengalami peningkatan sebesar 252,8 persen. 

"Semua ini tak lepas atas dukungan Forkopimda, stake holder, masyarakat dan petani," pungkas Daconi.