Pixel Code jatimnow.com

Lulusan Farmasi UNAIR Dorong Standar Pendidikan Apoteker Nasional

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Alumni Farmasi UNAIR Evi Kurniawati. (Foto/Dokumentasi pribadi)
Alumni Farmasi UNAIR Evi Kurniawati. (Foto/Dokumentasi pribadi)

jatimnow.com - Kebutuhan tenaga kefarmasian yang kompeten dan adaptif menuntut penguatan mutu pendidikan sejak dari bangku kuliah. Alumni Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR), Evi Kurniawati, mengambil peran strategis tersebut dengan memfokuskan karirnya pada penguatan tata kelola akademik dan riset kefarmasian nasional.

Praktisi yang kini menjabat Wakil Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran IIK Bhakti Wiyata ini menilai, peran apoteker tidak lagi terbatas pada pelayanan langsung kepada pasien. Pencetakan sumber daya manusia berdaya saing tinggi menjadi fondasi utama keselamatan kesehatan masyarakat.

"Penguatan tata kelola akademik dan budaya mutu membantu institusi menghasilkan lulusan kompeten, adaptif, serta siap berkontribusi di masyarakat," ujar Evi.

Rekam jejak Evi mengombinasikan pengalaman lapangan dan tata kelola pendidikan. Memulai karier di industri farmasi pada 2007 sebagai staf Quality Control Novel Pharmaceutical Laboratories dan pengawas PPIC di Pim Pharmaceutical, ia memahami betul pentingnya sistem penjaminan mutu produk obat.

Pengalaman industri tersebut ia bawa saat beralih ke dunia pendidikan pada 2011. Karier akademiknya melesat dari memimpin SMK Farmasi Bhakti Wiyata, menjabat Dekan Fakultas Farmasi IIK Bhakti Wiyata pada 2021, hingga menduduki posisi strategis di tingkat lembaga kampus sejak 2025.

Di tingkat regional dan nasional, Evi aktif merancang kurikulum sekolah menengah farmasi Jawa Timur serta menjadi penguji nasional uji kompetensi diploma farmasi.

Baca juga:
Nizar Luthfi Daftar Calon Ketua PMII Surabaya, Usung Visi Tumbuh Serentak

Sejak 2022, ia juga mengomandoi Bidang Pendidikan dan Pengembangan Karier Apoteker IAI Cabang Trenggalek.

Keahliannya dalam penerapan kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education/OBE) dan akreditasi program studi membuatnya sering dipercaya menjadi pakar dalam berbagai forum akademis.

Tak berhenti di situ, Evi kini menempuh program doktoral S3 Ilmu Farmasi di UNAIR dengan fokus penelitian metode analisis kromatografi dan spektrometri massa.

Baca juga:
UNAIR Dorong Hilirisasi Minyak Nilam Petani Trenggalek Jadi Aromaterapi

Ia menegaskan, pembentukan karakter profesional dan ketajaman berpikir kritis yang didapatnya selama berkuliah di UNAIR menjadi modal utama dalam menghadapi dinamika dunia kesehatan.

"Fakultas Farmasi UNAIR membentuk cara berpikir, karakter profesional, dan semangat belajar berkelanjutan melalui pendekatan ilmiah yang sistematis," ungkap Evi.

Kepada para calon apoteker, ia berpesan agar tidak cepat puas dengan capaian akademik semata. Penguasaan ilmu harus diimbangi dengan integritas serta kemampuan memberikan solusi konkret bagi masyarakat.