jatimnow.com - Peringatan 4 tahun Tragedi Kanjuruhan dilaksanakan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ratusan orang berdatangan silih berganti ke Museum Gate 13 Stadion Kanjuruhan Malang untuk berdoa memperingati tragedi tersebut.
Mereka datang dari keluarga, kerabat, hingga teman korban yang meninggal atau menjadi korban luka di tragedi yang terjadi Sabtu (1/10/2022). Mereka memanjatkan doa untuk 135 orang yang menjadi korban meninggal dunia setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.
Sambil membawa bunga, mereka menundukkan kepala dan menengadahkan tangan berdoa. Bunga-bunga yang dibawa peziarah itu sendiri diletakkan di area depan Gate 13.
Tangisan terdengar ketika lantunan doa terpanjatkan di area Gate 13 Stadion Kanjuruhan, untuk 135 orang. Aroma bunga juga tercium kuat ketika memasuki ruangan yang kini disekat dengan kaca bening raksasa tersebut dan menambah kesan khidmat pada peringatan ini.
Sementara di ruangan sebelah Gate 13, sejumlah orang membaca Al-Quran sejak Kamis pagi. Kegiatan khataman ini menjadi bagian rutin dari serangkaian peringatan 4 tahun Tragedi Kanjuruhan.
Tak hanya itu, rangkaian Peringatan Tragedi Kanjuruhan ditutup dengan pengajian dan Munajat Akbar bertemakan 'Doa untuk Nawak - Nawak Mengenang 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan', yang diinisiasi keluarga korban, organisasi Aremania Utas, dan tim Arema FC.
Pada malam harinya, ribuan masyarakat Malang dan sekitarnya tumpah ruah di stadion yang berada di Jalan Trunojoyo, Kepanjen, Kabupaten Malang. Mereka berdatangan ke Gate 13 yang jadi saksi bisu peristiwa nahas tersebut.
Sambil membawa bunga dan lilin, mereka bergantian berdoa di depan Gate 13 Stadion Kanjuruhan, yang berada di sisi selatan stadion. Sementara di halaman sisi barat, kegiatan pengajian juga membuat acara peringatan kian khidmat di malam Jumat.
Baca juga:
Jalur Gunung Arjuno-Welirang Kembali Dibuka, Pendaki Dilarang Buat Api Unggun
Minsai In, ayah korban Tragedi Kanjuruhan mengungkapkan, 4 tahun Peringatan Tragedi Kanjuruhan keadilan masih sulit didapatkannya bersama beberapa keluarga korban lain. Beberapa upaya sebenarnya sudah dilakukan salah satunya mengajukan Laporan Model B ke Polres Malang, hingga ke Bareskrim Mabes Polri, tapi belum membuahkan hasil.
"Kita menunggu keadilan ditegakkan, hukum ditegakkan seadil-adilnya, Tragedi Kanjuruhan semoga bisa ditindaklanjuti diusut tuntas, supaya semua keluarga korban mendapatkan rasa keadilan," ujar ayah dari Almarhum Rio Edit Setyawan (21) asal Tumpang, Kabupaten Malang.
Menurutnya, meskipun sudah ada 6 orang yang diproses hukum mulai dari penyelenggara pertandingan, aparat kepolisian, hingga petugas keamanan pertandingan atau security officer, hal itu tidak menggugurkan kewajiban pengembangannya.
"Semua orang yang terlibat dimanapun statusnya, siapapun orangnya harus diusut tuntas dan ditindak, yang nembak - nembak gas air mata, misalnya kalau ada satu regu yang nembak 21 orang, ya itu harus diadili semuanya, kalau sudah, itu baru yang nyuruh siapa, yang utama yang nembak dulu," tegasnya.
Baca juga:
Ribuan Personel Gabungan Disiapkan Amankan Laga Derby Jatim Arema FC vs Persik
Di sisi lain, Kholifah Nur, salah satu ibu korban Tragedi Kanjuruhan menyayangkan tepat pada 4 tahun Tragedi Kanjuruhan kasus hukum yang berjalan berhenti di tempat. Keadilan yang seharusnya didapat olehnya dan keluarga korban lain tak bisa direalisasikan.
"Kami belum mendapat keadilan. Tetap itu sampai kapan pun itu hukum itu harus adil, harus mereka mendapatkan keadilan seadil-adilnya," tutur perempuan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Korban Tragedi Kanjuruhan (YKTK).
Ifa sapaan akrabnya juga menegaskan, 1 Oktober selain diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila juga harusnya dijadikan agenda nasional Peringatan Tragedi Kanjuruhan, supaya negara, pemerintah, dan rakyat mengingat tragedi memilukan dan tak terulang kembali.
"Ya harus dirawat terus, disejarahkan. Saya mau dan tanggal 1 Oktober saya mau hari tanpa Bola dunia kalau bisa. Ini kan masih Indonesia ya, masih di Malang ini kan memang sudah ditiadakan kalau 1 Oktober, tapi saya maunya dunia gitu kan, untuk merawat ingatan," pungkasnya.