Pixel Code jatimnow.com

KKN di Kediri, Mahasiswa Umsura Kenalkan Akuaponik IoT

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Mahasiswa KKN Umsura mengenalkan akuaponik berbasis IoT dan Lumpia Lele di Desa Dungus. (Foto: Roni for jatimnow.com)
Mahasiswa KKN Umsura mengenalkan akuaponik berbasis IoT dan Lumpia Lele di Desa Dungus. (Foto: Roni for jatimnow.com)

jatimnow.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) memperkenalkan teknologi akuaponik berbasis Internet of Things (IoT) kepada masyarakat Desa Dungus, Kabupaten Kediri.

Inovasi tersebut dirancang untuk mempermudah budidaya lele sekaligus mendorong lahirnya usaha olahan bernilai tambah melalui produk Lumpia Lele.

Peluncuran Teknologi Tepat Guna (TTG) berlangsung di Balai Desa Dungus dan dihadiri perangkat desa serta puluhan warga.

Selain mempelajari cara kerja sistem budidaya, masyarakat juga mendapat pendampingan mengenai pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha.

Perwakilan Kepala Desa Dungus, Aris Harmono, menilai inovasi yang dibawa mahasiswa KKN dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mengembangkan budidaya lele dengan cara yang lebih praktis.

"Apa yang dilakukan mahasiswa KKN ini semoga tidak berhenti setelah program selesai. Kami berharap masyarakat bisa terus memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan hasil budidaya sekaligus mengembangkan usaha olahan lele," ujarnya.

Sistem akuaponik menggabungkan kolam budidaya lele dengan tanaman sayuran dalam satu siklus.

Air kolam yang kaya nutrisi dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman, sementara akar tanaman berfungsi sebagai penyaring alami sehingga kualitas air tetap terjaga untuk pertumbuhan ikan.

Mahasiswa juga melengkapi sistem tersebut dengan Smart Feeder, alat pemberi pakan otomatis yang bekerja sesuai jadwal.

Baca juga:
Umsura Resmi Buka Prodi S1 Film dan Industri Digital

Perangkat itu dapat dipantau melalui telepon genggam sehingga peternak tidak harus selalu berada di lokasi kolam untuk memastikan pemberian pakan berlangsung tepat waktu.

Ketua pelaksana KKN mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

"Kami ingin masyarakat memiliki sistem budidaya yang lebih efektif sekaligus mampu meningkatkan nilai ekonomi dari hasil panennya," ucapnya

Pendampingan juga diperluas hingga pengembangan usaha mikro. Warga dikenalkan pada proses pengolahan hasil panen menjadi Lumpia Lele sebagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan berpotensi menjadi kuliner khas Desa Dungus.

Baca juga:
Kunjungi Umsura, Kepala BRIN Dorong Riset Jadi Produk

Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh materi mengenai proses produksi, teknik pengemasan, hingga strategi pemasaran agar produk mampu bersaing di pasar.

Antusiasme warga terlihat dari berbagai pertanyaan yang muncul, mulai dari penggunaan Smart Feeder hingga peluang pengembangan Lumpia Lele sebagai usaha rumahan.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Umsura berharap masyarakat mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas budidaya, sekaligus mengembangkan produk unggulan desa yang dapat memperkuat perekonomian keluarga.

Inisiatif itu menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang mudah diterapkan, berkelanjutan, serta memberikan manfaat langsung bagi penguatan ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi desa.