Pixel Code jatimnow.com

Kurangi Subsidi LPG, Proyek Jargas Gresik dan Sidoarjo Digenjot

Editor : Yanuar D   Reporter : Ali Masduki
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, meninjau kesiapan jargas APBN TA 2025–2026 di Gresik dan Sidoarjo bersama jenderal ESDM dan PGN, Senin (21/9/2026). (Foto: PGN for jatimnow.com)
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, meninjau kesiapan jargas APBN TA 2025–2026 di Gresik dan Sidoarjo bersama jenderal ESDM dan PGN, Senin (21/9/2026). (Foto: PGN for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah mempercepat migrasi energi domestik dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke jaringan gas bumi rumah tangga (jargas). Langkah strategis ini diambil untuk memangkas ketergantungan atas impor energi sekaligus menekan beban subsidi dalam APBN.

Targetnya, sebanyak 1 juta Sambungan Rumah (SR) jargas akan terbangun secara masif di berbagai daerah hingga 2028.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan bahwa perluasan jargas merupakan bagian integral dari pengawalan program prioritas nasional menuju swasembada energi.

Pengembangan jargas perkotaan kini resmi menyandang status Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

"Pengembangan jargas ini menjadi prioritas untuk mengurangi ketergantungan kita pada impor LPG. Pemerintah memastikan seluruh infrastruktur siap beroperasi," ujar Dudung saat meninjau kesiapan jargas APBN TA 2025–2026 di Gresik dan Sidoarjo bersama jenderal ESDM dan PGN, Senin (21/9/2026).

Pada periode 2025–2026, pemerintah mengalokasikan pembangunan 119.379 SR jargas yang tersebar di 15 kabupaten dan kota. Dari total target tersebut, Kabupaten Gresik dan Sidoarjo masing-masing mendapatkan jatah alokasi sekitar 7.000 SR.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswardono, menjelaskan bahwa perluasan jargas didukung oleh tersambungnya jaringan transmisi pipa gas nasional, seperti Pipa Cirebon–Semarang (Cisem).

Baca juga:
Gagas Pasok Gas Bumi CNG untuk Marugame Udon

Integrasi infrastruktur tersebut memungkinkan pasokan gas bumi domestik dialirkan secara langsung dan stabil ke pemukiman warga.

"Penggunaan gas bumi melalui jaringan pipa jauh lebih efisien dan ekonomis dibandingkan LPG impor. Semakin luas jargas terbangun, semakin besar penghematan APBN dari pengurangan subsidi energi," tutur Agung.

Sejak 2010, pemerintah secara bertahap telah mengoperasikan 29.961 SR di Sidoarjo dan 4.000 SR di Gresik sejak 2022. Seluruh aset infrastruktur hasil pembiayaan APBN ini dikelola oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, memastikan kesiapan perseroan dalam mengelola dan memperluas jargas penugasan pemerintah.

Baca juga:
PGN Perluas Jargas Surabaya-Gresik, Sasar 59.990 Sambungan

Pengalaman mengelola lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga secara nasional menjadi modal utama PGN menjaga keandalan pasokan dan keselamatan jaringan (asset integrity).

"PGN siap mendukung penuh penugasan pemerintah, baik melalui jaringan pipa maupun moda beyond pipeline seperti Compressed Natural Gas (CNG) untuk wilayah yang belum terjangkau pipa transmisi," kata Hery.

Akselerasi jargas ini diharapkan tidak hanya memberikan akses energi yang lebih aman, murah, dan berkelanjutan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi tulang punggung kemandirian energi nasional dalam beberapa tahun ke depan.