jatimnow.com - Petani asal Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jumantoro, mengaku belum merasakan manfaat ekonomi dari keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bahkan, pada Rabu (10/6/2026) pagi, ia bersama sejumlah petani mentimun lainnya terpaksa membagikan hasil panen secara gratis kepada masyarakat. Pasalnya, harga jual mentimun di tingkat petani saat ini hanya berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram.
“Saya berharap SPPG membeli langsung dari petani, bukan dari pasar. Katanya dapur-dapur SPPG bisa meningkatkan ekonomi petani, tetapi kenyataannya petani belum merasakan dampaknya,” ujar Jumantoro.
Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jawa Timur itu juga mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber pasokan sayuran yang dibeli oleh SPPG.
“Karena belinya dari pasar atau dari mana, kami tidak tahu. Yang saya lihat di dapur atau SPPG justru banyak produk pabrikan, seperti camilan kemasan, bukan mentimun,” katanya.
Baca juga:
Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis
Menurut Jumantoro, selama menjadi petani ia juga belum pernah terlibat sebagai pemasok atau supplier untuk SPPG mana pun.
“Kalau petani, setahu saya, belum pernah memasok ke SPPG. Kemungkinan besar dapur-dapur itu mengambil kebutuhan dari pasar,” ujarnya.
Baca juga:
Monopoli Suplier Menjadi Penyebab Dapur SPPG di Tulungagung Tutup Sementara
Ia berharap keberadaan SPPG maupun Koperasi Merah Putih benar-benar mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar, sebagaimana yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
“Harapan kami, SPPG maupun Koperasi Merah Putih bisa mendorong ekonomi kerakyatan. Namun kenyataannya, masyarakat kecil justru semakin terpuruk dan sampai sekarang belum merasakan dampaknya,” tuturnya.
URL : https://jatimnow.com/baca-85177-petani-jember-belum-rasakan-manfaat-ekonomi-program-mbg