Pixel Code jatimnow.com

Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Ali Masduki
Gus Iqdam, saat ngaji bareng di Unitomo, Surabaya, Rabu (3/6/2026). (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com)
Gus Iqdam, saat ngaji bareng di Unitomo, Surabaya, Rabu (3/6/2026). (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ribuan jamaah memadati halaman Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya saat mengikuti "Unitomo Ngaji Bareng Gus Iqdam", Rabu (3/6/2026).

Dalam pengajian yang menjadi bagian dari Dies Natalis ke-45 Unitomo itu, KH Muhammad Iqdam Kholid mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kedekatan dengan Allah.

Pengasuh Majelis Ta'lim Sabilu Taubah tersebut memperkenalkan istilah "dekengan pusat" yang langsung mengundang respons jamaah.

Menurut Gus Iqdam, istilah itu menggambarkan pentingnya melibatkan Allah dalam setiap urusan kehidupan.

"Kampus sebesar Unitomo harus melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga dekengan pusat. Artinya, selalu melibatkan Allah dalam setiap urusan dan menjaga kedamaian di tengah masyarakat," ujar Gus Iqdam.

Ia menambahkan, keberhasilan hidup tidak cukup ditopang kecerdasan. Adab dan akhlak menjadi fondasi yang menentukan keberkahan seseorang.

"Kunci keberkahan hidup ada pada adab dan ilmu. Dua hal itu harus berjalan bersama," katanya.

Sejak sore, kawasan kampus yang dikenal sebagai Kampus Kebangsaan dan Kerakyatan tersebut dipenuhi lantunan salawat serta ribuan jamaah dari kalangan mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat umum.

Baca juga:
FJN Apresiasi Kaji Beky, Santri Gus Iqdam yang Ulet dan Dermawan

Rektor Unitomo, Prof Siti Marwiyah, menyebut peringatan Dies Natalis ke-45 menjadi momentum memperkuat komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter.

"Unitomo berkomitmen mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Ngaji bareng menjadi ikhtiar kami memohon keberkahan untuk kemajuan pendidikan bangsa," tegasnya.

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU), Bachrul Amiq, menilai penguatan nilai keagamaan harus berjalan beriringan dengan pengembangan akademik.

Menurutnya, karakter yang kuat menjadi bekal penting bagi sivitas akademika dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Baca juga:
Dakwah di Era Digital, Gus Iqdam: Konten Positif Bisa Jadi Amal Jariyah

"Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat fondasi karakter seluruh sivitas akademika agar Unitomo tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman," katanya.

Pengajian berlangsung hingga malam hari dan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa serta perjalanan Unitomo pada masa mendatang.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya kampus mengintegrasikan pendidikan formal dengan pembinaan mental dan spiritual.