Pixel Code jatimnow.com

Sering Ngorok? Pramita Surabaya Siapkan Tes Sleep Apnea

Editor : Dadang Kurnia   Reporter : Ali Masduki
Pramita Surabaya menghadirkan pemeriksaan polysonografi untuk mendeteksi sleep apnea yang kerap ditandai ngorok dan henti napas saat tidur. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Pramita Surabaya menghadirkan pemeriksaan polysonografi untuk mendeteksi sleep apnea yang kerap ditandai ngorok dan henti napas saat tidur. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sleep apnea menjadi gangguan tidur yang masih sering luput dari perhatian masyarakat. Padahal, kondisi yang ditandai dengkuran keras hingga henti napas berulang saat tidur tersebut dapat memicu berbagai penyakit serius seperti hipertensi, stroke, diabetes, hingga gangguan jantung.

Melihat tingginya risiko tersebut, Pramita Surabaya menghadirkan layanan pemeriksaan polysonografi atau Sleep Diagnostic Test untuk membantu mendeteksi gangguan sleep apnea lebih dini.

Perwakilan Pramita Surabaya, Andini Ekawati, mengatakan banyak orang belum memahami sleep apnea karena gejalanya kerap dianggap sekadar kebiasaan mendengkur biasa.

“Orang sering tidak tahu sleep apnea itu apa. Tapi biasanya sadar kalau dirinya ngorok. Padahal pasien sleep apnea umumnya mengalami dengkuran keras, bangun tidur tidak segar, mudah mengantuk, bahkan pusing saat pagi hari,” kata Andini, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, penderita sleep apnea umumnya merasa sudah tidur cukup lama, tetapi kualitas istirahat sebenarnya buruk akibat gangguan pernapasan yang terjadi berulang selama tidur. Kondisi tersebut membuat tubuh tetap lelah dan mudah mengantuk meski aktivitas baru dimulai.

Andini mengingatkan kebiasaan mendengkur yang terjadi terus-menerus tidak boleh dianggap sepele. Deteksi dini diperlukan agar risiko komplikasi kesehatan dapat dicegah lebih cepat.

Baca juga:
Ngorok Bukan Tidur Nyenyak, Kenali Sleep Apnea si Pembunuh Senyap

“Pemeriksaan dilakukan agar tingkat keparahan sleep apnea bisa diketahui sehingga penanganannya lebih tepat,” ujarnya.

Pemeriksaan polysonografi dilakukan menggunakan alat Sleep Diagnostic Test yang dipasang saat pasien tidur. Alat tersebut akan memantau pola napas, kadar oksigen, detak jantung, hingga frekuensi henti napas selama malam hari.

Gangguan sleep apnea tidak hanya dialami orang dengan berat badan berlebih. Risiko serupa juga dapat terjadi pada seseorang yang memiliki struktur saluran napas sempit.

Baca juga:
Pramita Surabaya Kembangkan Pusat Rehabilitasi Jantung Modern

Berikut gejala sleep apnea yang perlu diwaspadai:

1. Dengkuran keras atau ngorok terus-menerus saat tidur.
2. Bangun tidur terasa tidak segar.
3. Tubuh tetap lelah meski tidur cukup lama.
4. Mudah mengantuk pada pagi atau siang hari.
5. Sering pusing setelah bangun tidur.
6. Mengalami henti napas berulang saat tidur.
7. Memiliki risiko penyakit jantung dan stroke.

Tampil Solid, Persid Jember Kalahkan Persemay Maybrat
Olah Raga

Tampil Solid, Persid Jember Kalahkan Persemay Maybrat

Kemenangan di Stadion JSG ini tidak hanya memperpanjang napas Persid Jember di kompetisi kasta keempat sepak bola Indonesia, tetapi juga menjadi modal motivasi berharga bagi seluruh tim untuk menjaga asa lolos ke fase berikutnya.