jatimnow.com - Wajah-wajah penuh cerita di balik lensa kamera segera menyapa publik dalam ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) ke-16. Gelaran kasta tertinggi bagi insan foto jurnalistik ini dijadwalkan berlangsung di Taman Siliwangi, Cibinong, mulai 8 hingga 10 Mei 2026.
Tahun ini, persaingan terasa lebih sengit. Dari total 1.800 karya yang masuk ke meja dewan juri, hanya 40 foto nominasi yang terpilih untuk dipamerkan. Karya-karya tersebut terdiri atas 23 foto kategori tunggal dan 17 kategori foto cerita (story).
Ketua Panitia APFI 2026, Giffar Rivana, mengungkapkan bahwa proses kurasi telah bergulir sejak April lalu di bawah pengawasan empat juri senior.
Hasilnya, terpilih 13 karya terbaik yang mencakup jepretan jurnalis profesional hingga citizen journalist.
"Semua karya terpilih akan kami tampilkan dalam pameran besar nanti. Ini bukan sekadar ajang pamer foto, tapi ruang silaturahmi bagi pewarta foto dari seluruh penjuru tanah air," kata Giffar saat meninjau persiapan di Kompleks Kantor DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (7/5/2026).
Baca juga:
PFI: Pembebasan Thoudy Badai Bukti Solidaritas Pewarta Foto Indonesia
Puncak rasa penasaran publik tertuju pada penganugerahan Piala Alex & Franz Mendur. Penghargaan ini diberikan khusus bagi peraih gelar Photo of The Year, pengakuan tertinggi bagi satu bidikan yang dianggap paling berdampak sepanjang tahun.
Tak berhenti di malam penghargaan, panitia turut menyisipkan agenda edukasi untuk memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia.
Bertempat di Hotel Bianco Costel, Kota Bogor, Sabtu (9/5/2026), bakal digelar diskusi bertajuk "Menciptakan Foto Kompetitif: Kunci Menembus Panggung Penghargaan".
Baca juga:
PFI Kecam Israel Atas Penahanan Wartawan Foto Republika
Sesi tersebut sengaja dirancang bagi mahasiswa dan masyarakat umum agar memahami dapur di balik lahirnya karya ikonik. Diskusi menghadirkan pemenang Photo of The Year terdahulu dan anggota dewan juri sebagai narasumber.
"Lewat APFI, harapannya teman-teman jurnalis semakin semangat berkarya. Kita perlu menjaga solidaritas agar profesi pewarta foto tetap eksis dan dihargai di tengah derasnya arus informasi visual saat ini," pungkas Giffar.