jatimnow.com - Upaya penguatan ekonomi masyarakat di ujung timur Pulau Madura mendapat angin segar. G25 Indonesia mulai menjajaki kolaborasi strategis dengan Komunitas Perempuan Hebat Sumenep untuk menggerakkan program pemberdayaan ekonomi dan sosial yang menyasar kelompok rentan.
Sinergi ini bermula saat pengurus kedua lembaga bertemu dalam momentum peluncuran Spirit Ramadan 2026 di Hotel Ningrat, Bangkalan, Sabtu (7/3/2026). Langkah awal ini membidik kemandirian ekonomi bagi para perempuan yang mengemban beban sebagai orang tua tunggal (single parent).
Ketua Komunitas Perempuan Hebat, Megawati, mengungkapkan bahwa mayoritas anggotanya merupakan janda yang berjuang menghidupi keluarga sendirian.
Kondisi tersebut menuntut adanya wadah yang tidak hanya sekadar memberikan bantuan instan, tetapi juga pendampingan usaha yang berkelanjutan.
"Anggota kami didominasi para ibu tunggal. Karena itulah, gerakan kami berakar pada aksi sosial dan pemberdayaan agar mereka bisa mandiri secara finansial," ujar Megawati saat ditemui di lokasi acara.
Ia menilai, visi yang diusung yayasan pimpinan Dasuki Rahmad tersebut sangat selaras dengan kebutuhan anggotanya di Sumenep.
Baca juga:
Ubah Stigma Jalanan, Rumah Literasi Digital Cetak 'Gengster' Pencari Rupiah di TikTok
Kehadiran Megawati yang didampingi Sekretaris Nur Waida dan Bendahara Rini Eka Fitriyah menjadi sinyal kuat keseriusan kerja sama lintas kabupaten ini.
Ketua Umum G25 Indonesia, Dasuki Rahmad, menyambut terbuka inisiatif tersebut. Dasuki menjelaskan bahwa organisasinya selama ini memang bergerak di tiga pilar utama: pendidikan, aksi sosial, dan pemberdayaan ekonomi sektor super mikro.
"Peluang kerja sama ini sangat terbuka. Kami punya pola pendampingan yang sudah berjalan, tinggal kita sinkronkan dengan kebutuhan teman-teman di Sumenep. Jika polanya cocok, kita segera eksekusi," kata Dasuki.
Sebagai bentuk nyata perdana, G25 Indonesia langsung menitipkan 24 paket bahan pokok kepada Komunitas Perempuan Hebat untuk didistribusikan kepada warga prasejahtera di Sumenep.
Dasuki berharap bantuan stimulan ini menjadi pintu masuk untuk program-program pemberdayaan yang lebih besar di masa depan.
"Ini baru langkah kecil. Harapan saya, ke depan kita bisa melahirkan program bersama yang mampu mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat secara luas," tuturnya.