jatimnow.com - Geliat investasi properti di koridor Australia kian memanas seiring langkah agresif One Global Capital, family office milik pengusaha kawakan Iwan Sunito.
Perusahaan resmi menuntaskan akuisisi lahan premium seluas 1,4 hektare di kawasan Five Dock, Sydney, senilai Rp1,5 triliun.
Langkah itu menjadi fondasi awal peluncuran mega proyek mixed-use senilai AUD1,6 miliar atau setara Rp19 triliun.
Proyek ambisius bertajuk "city-within-a-city" ini diproyeksikan menjadi standar baru hunian perkotaan terpadu di Australia.
Dengan pemandangan langsung ke arah Kings Bay dan Sydney CBD, pengembangan ini mencakup 750 unit apartemen premium, hotel berkapasitas 250 kamar, serta pusat ritel dan gaya hidup seluas 10.000 m².
Pendiri One Global Capital, Iwan Sunito, menegaskan bahwa kepemilikan penuh atas lahan Five Dock merupakan momen krusial untuk mengoptimalkan potensi aset secara maksimal.
Menurutnya, proyek ini memiliki skala tiga kali lipat lebih besar dibandingkan proyek ikonik Infinity di Green Square yang pernah ia kerjakan sebelumnya.
"Kami tidak sekadar membangun gedung, melainkan menciptakan ekosistem kota yang mandiri. Ini adalah pengembangan terbesar dalam 25 tahun karier saya," ujar Iwan dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Proyek ini menggalang kekuatan kreatif lintas negara. Iwan menggandeng arsitek kelas dunia Koichi Takada yang dikenal dengan pendekatan desain biophilic, menyatukan bangunan dengan alam.
Menariknya, Iwan juga melibatkan PTI Architect dari Indonesia yang dipimpin oleh Doddy Tjahjadi untuk menggarap master plan.
Doddy Tjahjadi melihat kolaborasi ini sebagai pembuktian taji konsultan Indonesia di pasar negara maju.
Baca juga:
Cuan 24 Kali Lipat, Investor One Global Capital Raup Rp1,2 Triliun di Sydney
"Partisipasi firma arsitektur nasional dalam proyek skala besar di Australia menegaskan kapabilitas dan daya saing kita di kancah internasional. Visi kami adalah menghadirkan ruang yang menyatu dengan lanskap hijau, lengkap dengan fasilitas publik seperti perpustakaan dan ruang kolaboratif," kata Doddy.
Five Dock kini menjadi hotspot baru di Inner West Sydney, didukung oleh pembangunan infrastruktur masif seperti stasiun Metro Five Dock dan Burwood.
Harga hunian di kawasan ini berada di kisaran Rp45 miliar hingga Rp60 miliar, sementara aset tepi pantai bisa menembus Rp120 miliar.
Direktur Capital One Global Capital, Samuel Sunito, mengungkapkan bahwa proyek ini telah menarik minat besar dari investor global, termasuk dari Timur Tengah yang masuk melalui jaringan di Indonesia.
"Kami sedang menjajaki kerja sama dengan mitra dari Amerika Serikat, China, Singapura, hingga Dubai untuk memastikan penciptaan nilai jangka panjang," tuturnya.
Data menunjukkan investor asal Indonesia secara konsisten berada dalam daftar 10 besar pembeli properti residensial asing di Australia, dengan nilai transaksi melampaui AUD100 juta per kuartal.
Baca juga:
Setahun Akuisisi, One Global Capital Tebar Dividen Natal dari Sydney
Stabilitas pasar dan transparansi regulasi di Australia menjadi alasan utama bagi para pemilik modal besar (high net worth individuals) asal Indonesia untuk mengalihkan aset mereka ke Negeri Kanguru.
Rencana ambisius ini akan mulai bergulir pada Juni 2026 melalui pengajuan persetujuan perencanaan, yang berjalan simultan dengan pembukaan tahap Expressions of Interest (EOI) bagi para investor pada Kuartal II 2026.
Memasuki Kuartal III 2027, One Global Capital dijadwalkan memulai peluncuran pemasaran unit apartemen secara resmi, sebelum akhirnya menargetkan dimulainya konstruksi fisik pada Kuartal II 2028.
Fitri Hilman, Director Commercial Services Savills Indonesia, menambahkan bahwa kedekatan lokasi dengan jaringan transportasi publik (TOD) akan menjadi katalis utama kenaikan nilai properti.
"Konektivitas unggul di Five Dock menempatkannya sebagai instrumen investasi dengan potensi apresiasi modal yang kuat serta imbal hasil sewa yang stabil bagi investor Indonesia," pungkasnya.