jatimnow.com – Industri properti tanah air memang sedang naik daun, namun pertumbuhan ini menyimpan bom waktu berupa minimnya literasi manajemen risiko dan kepatuhan pajak.
Banyak pengembang perumahan hingga pemilik kos-kosan terjebak masalah legalitas hanya karena gagal paham cara mengelola badan usaha yang benar.
Menyadari celah tersebut, komunitas Propertypreneurs bergerak mengedukasi para pelaku usaha agar tidak sekadar mengejar profit, tetapi juga melek terhadap struktur perpajakan.
Melalui ekosistem kolaboratif, wadah ini menghimpun para pemain lapangan mulai dari investor, pemilik villa, hingga penyedia bahan bangunan untuk bertukar strategi secara transparan.
Founder Propertypreneurs, Adhitya Candra, melihat banyak pengusaha lokal punya potensi besar namun seringkali "buta" arah saat berhadapan dengan birokrasi dan regulasi keuangan yang rumit.
"Semangat saja tidak cukup di bisnis ini. Kami menyediakan ruang belajar yang aplikatif agar para pelaku usaha punya pondasi yang kuat, bukan cuma sekadar kumpul-kumpul tanpa hasil," kata Adhitya, Kamis (12/2/2026).
Salah satu langkah konkret mereka adalah meluncurkan program 'Pondasi Pajak'. Di sini, anggota komunitas dibedah pemahamannya mengenai perencanaan pajak (tax planning) secara legal.
Baca juga:
Cuan 24 Kali Lipat, Investor One Global Capital Raup Rp1,2 Triliun di Sydney
Materi yang diberikan mencakup teknis Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga strategi penyusunan badan usaha yang efisien secara biaya namun tetap patuh hukum.
Dalam program ini, pakar struktur korporasi Vincent Liyanto turun langsung membagikan keahliannya. Tujuannya jelas, yakni anggota komunitas harus mampu memitigasi risiko sejak dini sebelum proyek mereka berjalan terlalu jauh.
Bagi Propertypreneurs, kepatuhan pajak adalah bentuk kontribusi sosial yang nyata. Jika pengusaha properti memiliki struktur bisnis yang sehat, mereka lebih mampu menciptakan lapangan kerja yang stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Baca juga:
Pakuwon Group Gandeng BCA, Investasi Property Kian Mudah
Ke depan, gerakan edukasi ini tidak hanya berpusat di Surabaya. Adhitya berencana memboyong rangkaian workshop dan pelatihan ini ke kota-kota besar lainnya, mulai dari Jakarta, Bali, Yogyakarta, hingga Medan dan Makassar.
Ekspansi ini diharapkan mampu menyeragamkan standar kompetensi pebisnis properti di berbagai daerah.
Melalui akun Instagram @propertypreneurs, komunitas ini terus membuka pintu kolaborasi bagi siapa saja yang ingin memperdalam bisnis properti dengan cara yang benar dan bertanggung jawab.