Pixel Code jatimnow.com

Jangan Asal Jajan, Simak Tips Sehat Libur Natal & Tahun Baru dari Pakar UNAIR

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Antusiasme menikmati libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) seringkali membuat banyak orang abai terhadap kondisi fisik. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Antusiasme menikmati libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) seringkali membuat banyak orang abai terhadap kondisi fisik. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Antusiasme menikmati libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) seringkali membuat banyak orang abai terhadap kondisi fisik. Padahal, cuaca yang tidak menentu dan agenda perjalanan yang padat bisa menjadi ancaman serius bagi imunitas tubuh jika tidak dikelola dengan tepat.

Guru Besar Bidang Patologi Mulut dan Maksilofasial Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Theresia Indah Budhy drg MKes Sp PMMF, mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum bertolak ke destinasi wisata. Menurutnya, proteksi diri harus dimulai dari hal paling mendasar, yakni pakaian.

"Kita harus siapkan baju yang fungsinya menghangatkan. Menggunakan baju santai tanpa jaket saat suhu berubah dingin itu berbahaya bagi sistem pertahanan tubuh," ujar Prof Theresia dalam keterangan resminya, Selasa (23/12).

Memasuki musim penghujan, risiko terserang flu dan gangguan pencernaan meningkat drastis di kalangan wisatawan. Prof Theresia menyoroti kebiasaan buruk pelancong yang kerap makan sembarangan hanya karena rasa lapar yang mendesak.

Ia menyarankan wisatawan untuk lebih selektif memilih lokasi kuliner. Kebersihan tempat dan kandungan gizi harus menjadi prioritas utama ketimbang sekadar rasa atau popularitas tempat makan tersebut.

"Konsumsi makanan tinggi protein dan karbohidrat untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat. Pastikan makanan higienis dan tidak terkontaminasi. Hindari tempat makan yang terbuka atau tidak terjamin kebersihannya," tambahnya.

Banyak orang terjebak pada konsumsi minuman manis dan dingin saat berwisata. Padahal, air putih tetap menjadi juara untuk menjaga metabolisme tubuh tetap berjalan normal di tengah kelelahan perjalanan.

Baca juga:
Trafik Data Indosat Tumbuh 20 Persen Saat Nataru

Prof Theresia membagikan rumus sederhana untuk kebutuhan cairan tubuh. Setiap satu kilogram berat badan manusia membutuhkan sekitar 30 hingga 40 mililiter air putih setiap harinya.

"Air putih adalah minuman paling netral. Kurangi minuman manis dan es agar sistem imun tidak drop, terutama jika Anda sedang berada di daerah yang bersuhu dingin," tuturnya.

Salah satu kesalahan fatal wisatawan adalah mengabaikan waktu istirahat karena ingin mengeksplorasi banyak tempat sekaligus. Pola "balas dendam" dalam berwisata ini justru memicu kelelahan kronis yang membuat tubuh rentan jatuh sakit begitu liburan usai.

Durasi tidur minimal 6 jam tetap menjadi syarat mutlak bagi orang dewasa. Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti peregangan atau jalan kaki santai di sela-sela perjalanan sangat membantu menjaga kebugaran otot.

Baca juga:
Trafik Data Melonjak Double Digit, Indosat Jaga Keandalan Jaringan Selama Tahun Baru

Sisi psikologis rupanya memegang peranan krusial dalam menjaga kesehatan fisik. Liburan yang dijalani dengan stres atau tekanan justru akan merusak sistem regulasi tubuh.

Prof Theresia menutup pesannya dengan menekankan pentingnya menjaga suasana hati tetap positif selama perjalanan berlangsung.

"Hormon yang keluar saat kita bahagia itu akan meregulasi tubuh agar tetap sehat. Jadi, nikmati perjalanan Anda dengan hati yang gembira," pungkasnya.