Pixel Code jatimnow.com

Surga Baru Hobi & Edukasi di BG Junction, Planet Toys Sediakan Wahana Gratis

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Sejumlah anak menikmati salah satu wahaya di Planet Toys Experience di BG Junction Surabaya. (Foto: ITP/jatimnow.com)
Sejumlah anak menikmati salah satu wahaya di Planet Toys Experience di BG Junction Surabaya. (Foto: ITP/jatimnow.com)

jatimnow.com - Lanskap bisnis mainan di Jawa Timur mendapat napas baru. Planet Toys, nama besar yang selama ini dikenal sebagai "pemain belakang layar" alias distributor mainan anak di Indonesia Timur, kini mengubah strategi.

Mereka memutuskan membuka gerai fisik pertamanya, Planet Toys Experience, di BG Junction Mall, Surabaya. Pembukaan gerai di lantai UG pada Sabtu (13/12/2025) ini menandai era baru bagi perusahaan.

Langkah tersebut bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan respons langsung terhadap kebutuhan pasar yang merindukan interaksi fisik dan ruang kreasi keluarga.

Hardy Pangdani, sosok di balik Planet Toys, menyebut inisiatif ini sebagai cara menjemput bola. Selama bertahun-tahun, interaksi perusahaannya dengan pembeli selalu terhalang sekat agen atau penjual perantara.

"Kami ingin melihat senyum dan mendengar masukan langsung dari konsumen. Langkah ini mendekatkan kami dengan mereka yang selama ini hanya menikmati produk kami dari jauh," ujar Hardy di sela acara soft opening.

Anak-anak memilih mainan di gerai fisik Planet Toys Experience, di BG Junction Mall, Surabaya. (Foto: ITP/jatimnow.com) Anak-anak memilih mainan di gerai fisik Planet Toys Experience, di BG Junction Mall, Surabaya. (Foto: ITP/jatimnow.com)

Gerai ini dirancang bukan sekadar toko konvensional. Pengunjung disuguhi pengalaman (experience) yang menyasar lintas generasi. Bagi anak-anak, tersedia mainan edukatif hingga wahana bermain pasir gratis yang bisa diakses siapa saja.

Sementara bagi kalangan dewasa atau bapak-bapak, Planet Toys Experience menghadirkan koleksi die cast premium dan model kit kompleks. Segmen hobi ini memang tengah naik daun dan memiliki komunitas fanatik yang kuat di Surabaya.

"Mainan itu tidak hanya soal edukasi atau melatih skill. Bagi penghobi, ada kebanggaan tersendiri saat memiliki koleksi tertentu," tambah Hardy.

Baca juga:
Bazaar Mainan Terbesar di Surabaya, Diskon hingga 90 Persen!

Satu hal yang membedakan gerai ini adalah komitmennya terhadap produk dalam negeri. Hardy tidak hanya memajang mainan impor dari Tiongkok, tetapi memberi panggung luas bagi produsen mainan lokal Jawa Timur.

Produk UMKM ini bersanding sejajar dengan produk impor di rak toko. Strategi ini sebenarnya sudah dijalankan Hardy melalui Indonesia Toys Paradise (ITP) di Dupak Center, namun kini eskalasinya diperluas ke pusat perbelanjaan gaya hidup.

Kehadiran Planet Toys Experience diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan industri kreatif dan hiburan keluarga di Surabaya. (Foto: ITP/jatimnow.com) Kehadiran Planet Toys Experience diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan industri kreatif dan hiburan keluarga di Surabaya. (Foto: ITP/jatimnow.com)

Hardy berkaca pada kesuksesan Tiongkok. Menurutnya, Negeri Tirai Bambu itu berhasil menjadi raksasa ekonomi mainan karena konsisten menggelar pameran dan membangun ekosistem yang melibatkan pemerintah, vendor, dan konsumen selama lebih dari satu dekade.

"Tiongkok sudah melakukan itu lebih dari sepuluh tahun dan berhasil. Kami ingin meniru langkah tersebut. Ekosistem mainan harus tumbuh bersama," tegasnya.

Misi jangka panjang Planet Toys cukup ambisius, membawa mainan lokal ke pasar global. Dengan jaringan distribusi yang membentang dari Sumatera hingga Papua, Hardy optimistis bisa mendorong pemerintah untuk lebih agresif mendukung ekspor mainan produksi anak bangsa.

Saat ini, operasional toko masih dalam tahap awal. Manajemen menargetkan operasional penuh akan dilakukan awal tahun depan.

"Ini baru permulaan. Rencananya, grand opening akan kami gelar pada Februari 2026," pungkas Hardy.

Kehadiran Planet Toys Experience diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan industri kreatif dan hiburan keluarga di Surabaya, membuktikan bahwa bisnis mainan tak pernah benar-benar mati, hanya berevolusi.