Pixel Code jatimnow.com

Intip Keseruan TWOI Musical Camp, Cara Unik Angeline Wong Ajak Milenial Cintai Budaya Lokal

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Pertunjukan musikal bertajuk “BAYANGAN: The Forgotten Legends” di Ciputra Hall Surabaya, Jumat (14/12) malam. (Foto/jatimnow.com)
Pertunjukan musikal bertajuk “BAYANGAN: The Forgotten Legends” di Ciputra Hall Surabaya, Jumat (14/12) malam. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bayangkan Bawang Merah, Nyi Roro Kidul, dan Srikandi hadir dalam satu panggung dengan kemasan yang jauh dari kata kuno.

Energi inilah yang dibawa oleh 70 talenta muda dari seluruh penjuru Nusantara dalam pertunjukan musikal bertajuk “BAYANGAN: The Forgotten Legends” di Ciputra Hall Surabaya, Jumat (14/12) malam.

Digelar sebagai puncak kelulusan TWOI Musical Camp 2025, acara ini bukan sekadar pentas seni biasa. Ini adalah pembuktian bahwa legenda Indonesia dan drama musikal masih memiliki tempat istimewa di hati generasi muda, asalkan dikemas dengan relevansi yang tepat.

Di bawah arahan Angeline Virginia Wong selaku Founder dan Director, bersama Michael Achel, panggung disulap menjadi ruang imajinasi yang mempertemukan cerita masa lalu dengan semangat masa kini.

Panggung ini menjadi melting pot budaya yang sesungguhnya. Para pemain dan kru tidak hanya datang dari satu kota, melainkan berkumpul dari Surabaya, Bandung, Riau, Sumatra, hingga Kalimantan.

Total 70 orang terlibat dalam produksi masif ini, terdiri dari 12 aktor utama, 24 penari, dan 36 tim pendukung yang bekerja senyap di balik layar.

Angeline Wong menegaskan bahwa pertunjukan ini adalah hasil dari proses "kawah candradimuka" yang intens.

"Ini bukan sekadar panggung untuk pamer bakat. Ini adalah perayaan proses, kedisiplinan, dan pertumbuhan mental mereka. Selama lima hari empat malam, mereka belajar intensif untuk menghasilkan karya ini," ujar Angeline.

Naskah “BAYANGAN: The Forgotten Legends” menawarkan premis yang menarik: mendekonstruksi label "jahat" dan "baik" yang selama ini melekat pada tokoh legenda. Cerita dikemas dalam konsep dua dunia, terang dan gelap.

Penonton diajak menyelami bahwa dalam setiap kejahatan, terselip sisi kebaikan. Sebaliknya, dalam terang pun ada bayang-bayang kegelapan.

Pesan filosofis ini dibawakan dengan apik oleh para pemeran muda, seperti Catalina Audrey Wisen yang memerankan Bawang Merah dan Claire Elysia Njoto sebagai Bawang Putih.

Tokoh-tokoh ikonik lain pun turut dihidupkan kembali, mulai dari Nyi Roro Kidul (Rachsanaa Selvaraj), Jaka Tarub (Rufio Gladwin), hingga Srikandi (Emily Dominic).

"Kami ingin mengajak penonton melihat manusia tidak sepenuhnya hitam atau putih. Manusia punya lapisan emosi, pilihan hidup, dan konsekuensi yang harus dihadapi," tambah Angeline mengenai visi artistiknya.

Selain apresiasi tepuk tangan penonton, TWOI Musical Camp membawa misi edukasi karakter. Angeline dan Michael Achel merancang program ini sebagai wadah pengembangan bakat yang menggabungkan seni pertunjukan dengan pendidikan disiplin.

Baca juga:
Pemkot Pasuruan Launching Aplikasi Srikandi untuk Digitalisasi Arsip

Harapannya sederhana namun mendalam, yakni menciptakan ruang aman bagi anak muda untuk berekspresi, sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap budaya sendiri.

"Kami ingin membuktikan bahwa budaya Indonesia bisa dikemas dengan kualitas tinggi dan makna yang kuat, sehingga bisa dicintai dan dibanggakan hingga ke level yang lebih luas," pungkas Angeline.

Karya ini menjadi bukti bahwa di tangan anak muda yang tepat, legenda yang nyaris terlupakan bisa kembali bersinar, tidak lagi sebagai dongeng pengantar tidur, melainkan sebagai refleksi kehidupan yang relevan.

Daftar Pemeran Utama:

Bawang Merah: Catalina Audrey Wisen

Bawang Putih: Claire Elysia Njoto

Dewi Kilisuci: Niskala Aida Hendrian

The Seed: Queensly Adelynn Wong

Baca juga:
Torehkan Prestasi, 5 Srikandi Polwan Polda Jatim Raih Penghargaan dari Kapolri

Srikandi: Emily Dominic

Timun Mas: Charllote Euginia Syalom

Atmaputri: Nicole Clarissa Gumala

Nawang Wulan: Zharifah Khansa Alfiyah Prasetyo

Nyi Roro Kidul: Rachsanaa Selvaraj

Jaka Tarub: Rufio Gladwin

Peran Pendukung: Gabriel Berachah Kurniawan