Pixel Code jatimnow.com

Sebanyak 120 Lembaga Menjadi Mitra PPL Mahasiswa UIN KHAS Jember

Editor : Bramanta   Reporter : Sugianto
Foto : UIN KHAS Jember (Sugianto/jatimnow.com)
Foto : UIN KHAS Jember (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Terdapat 120 mitra lembaga atau instansi bagi mahasiswa UIN KHAS Jember yang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang tersebar di Jawa Timur. Melalui PPL ini, diharapkan mahasiswa bisa menerapkan atau mengimplementasikan ilmu yang telah didapat dibangku kuliah kepada masyarakat.

Ketua Panitia PPL UIN KHAS Jember, Dr. Muhammad Muhib Alwi menyampaikan data pelaksanaan PPL 2025 yang dilaksanakan 4 Agustus hingga 6 Oktober 2025 di 120 lembaga atau instansi mitra. Menurutnya, PPL tahun ini diikuti 429 mahasiswa dari lima prodi dan dibimbing oleh 29 dosen. Para peserta berasal dari Prodi Komunikasi Penyuaran Islam (KPI) 98 mahasiswa.

Selain itu, ada Manajemen Dakwah (MD) 30 mahasiswa, Psikologi Islam (PI) 115 mahasiswa, Bimbingan Konseling Islam (BKI) 144 mahasiswa, dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) 42 mahasiswa.

"Total terdapat 429 dari lima prodi yang yang mengikuti PPL tahun ini," ujarnya, Kamis (24/7/2025).

Baca juga:
Pengangkatan PPPK Paruh Waktu di Jember Terbanyak Nasional, Ini Kata BKN

Dari 120 lembaga mitra yang ditempati mahasiswa PPL, Muhib menyatakan, lembaga ini tersebar di 13 kabupaten atau kota di Jawa Timur, seperti Jember, Bondowoso, Lumajang, Situbondo, Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, Gresik dan Malang.

Muhib juga memberikan semangat kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja melalui pengalaman langsung di lapangan.

Baca juga:
DPRD Jatim Segera Tangani Sungai Penyebab Banjir yang Rendam Rumah Warga di Jember

“Para mahasiswa harus menjaga nama baik almamater dengan cara berprilaku yang baik dan sopan selama PPL di luar kampus,” pungkasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam