Pixel Code jatimnow.com

18 Masjid di Lamongan Siap Sambut Pemudik

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Masjid Asy-Syifa RSML, satu dari belasan masjid yang disiapkan sambut pemudik. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Masjid Asy-Syifa RSML, satu dari belasan masjid yang disiapkan sambut pemudik. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - 18 Masjid sepanjang jalur mudik di Kabupaten Lamongan siap untuk menyambut pemudik. Upaya ini dilakukan untuk turut membantu kelancaran arus mudik Lebaran 2025.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan, Imam Hambali mengungkapkan bahwa rencana tersebut telah dikomunikasikan dengan takmir masing-masing masjid yang ditunjuk.

"Kami telah menunjuk 18 masjid yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Lamongan sebagai posko mudik," jelas Imam, Sabtu (29/3/2025).

Fasilitas yang disediakan di posko mudik ini akan mengikuti fasilitas yang ada di masing-masing masjid yang disinggahi oleh para pemudik. Meskipun demikian, Kemenag Lamongan telah berkomunikasi dengan para takmir masjid untuk memastikan bahwa fasilitas yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan para pemudik dengan baik.

Baca juga:
Tol Prosiwangi Jadi Perhatian, Basarnas Siapkan Helikopter Pantau Arus Nataru

"Dengan adanya posko masjid ramah pemudik ini, kami berharap para pemudik yang melintas di Kabupaten Lamongan dapat melakukan perjalanan mudik mereka dengan aman dan nyaman. Kami ingin mereka sampai di tujuan dan bertemu dengan keluarga yang telah menunggu," tambah Imam.

Program ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik, serta memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga selama momen Lebaran yang penuh makna.

Baca juga:
Bandara Juanda Sukses Layani 939 Ribu Penumpang Arus Mudik dan Balik

"Kemenag Lamongan berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran arus mudik dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," pungkasnya.

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam