Pixel Code jatimnow.com

Sugiri Sancoko dan Lisdyarita Daftar Bareng ke PKB Ponorogo, Maju Periode Kedua

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Ahmad Fauzani
Sugiri Sancoko dan Lisdyarita saat mendaftar sebagai bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) ke DPC PKB Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Sugiri Sancoko dan Lisdyarita saat mendaftar sebagai bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) ke DPC PKB Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Incumbent Sugiri Sancoko dan Lisdyarita bersama-sama mendaftar sebagai bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) ke DPC PKB Ponorogo.

Kedatangan mereka di kantor DPC PKB menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan mereka berdua melanjutkan kesepakatan politik hingga dua periode di Pilkada 2024.

Kang Giri dan Bunda Lisdyarita juga telah mendaftar di partai lain sebelumnya, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN). Meski datang bersama-sama, keduanya mendaftar secara terpisah, dengan Kang Giri sebagai bacabup dan Bunda Lisdyarita sebagai bacawabup.

“Kami pasangan yang serasi dan berharap untuk melanjutkan perjalanan politik bersama-sama,” ungkap Kang Giri, setelah pendaftaran di DPC PKB Ponorogo, Jumat (3/5/2024).

Baca juga:
Melacak Keberadaan Bupati Ponorogo Usai OTT KPK

Dia mengaku bahwa PKB adalah partai kedua yang mereka daftar setelah PAN.

“PAN kami daftar. Ini PKB adalah yang kedua,” tegasnya.

Ketua DPC PKB Ponorogo, Ibnu Multazam, menjelaskan bahwa PKB telah membuka pendaftaran untuk bacabup dan bacawabup. Hingga saat ini, pendaftar bacabup adalah Sugiri Sancoko, dan pendaftar bacawabup ada 2, yaitu Lisdyarita dan Ibnu Alfandy Yusuf.

Baca juga:
Usai OTT Bupati Ponorogo, Mobil Sekda dan Dirut RSUD Tiba di Polres

“Total tiga. Ada pak Giri, Bu Lisdyarita. Juga ada mas Ibnu Alfandy,” paparnya,

Proses selanjutnya adalah verifikasi di tingkat yang lebih tinggi dalam partai, yaitu ke DPW PKB Jatim, kemudian ke DPP PKB pusat.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam