Pixel Code jatimnow.com

Heboh Temuan Bayi Dalam Kardus di Blitar, Kepalanya Lebam

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Bramanta Pamungkas
Bayi yang ditemukan saat dirawat di Puskesmas Sukorejo. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Bayi yang ditemukan saat dirawat di Puskesmas Sukorejo. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di sebuah pekarangan di Kelurahan/ Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Saat ditemukan bayi ini diletakan dalam sebuah kardus dan hanya ditutupi oleh kain saja. Tali pusar juga masih menempel di perut bayi.

Kapolsek Sukorejo, Kompol Imam Subechi mengatakan bayi ini pertama kali ditemukan oleh warga. Saat itu saksi sedang melewati pekarangan tersebut dan mendengar suara tangisan bayi. Saksi lalu mengintip ke dalam pekarangan dan melihat adanya kardus. Selanjutnya meminta tolong warga lain untuk mengecek ke dalam pekarangan.

"Ternyata benar suara tersebut berasal dari bayi laki-laki di dalam kardus," ujarnya, Selasa (30/4/2024).

Temuan ini langsung dilaporkan ke pihak kelurahan dan kepolisian. Bayi kemudian dibawa ke bidan setempat untuk dilakukan perawatan. Bayi selanjutnya dibawa ke Puskesmas karena kondisinya pucat.

Baca juga:
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Warung Cilok Probolinggo, Tali Pusar Masih Segar

Bayi berjenis kelamin laki-laki ini memiliki berat 3,1 Kg dan panjang mencapai 55 Cm. Selain itu ditemukan lebam pada bagian kepala bayi.

"Lebam ini diduga karena bayi terlalu lama dalam posisi miring," tuturnya.

Baca juga:
Bayi Laki-Laki Ditemukan Warga Trenggalek, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait temuan ini. Diperkirakan bayi dilahirkan 12 jam sebelum ditemukan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Diduga kuat bayi ini hasil hubungan gelap sehingga orang tua bayi membuang bayinya dalam keadaan hidup.

"Kita masih meminta keterangan sejumlah saksi untuk memburu orang tua bayi," pungkasnya.

PNKT sebagai Dirigen Nasional Warga Karang Taruna se-Indonesia
Refleksi 66 Tahun Karang Taruna

PNKT sebagai Dirigen Nasional Warga Karang Taruna se-Indonesia

Bukan lagi sekadar mempertahankan eksistensi, tetapi bagaimana memastikan organisasi ini tetap relevan, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.