Pixel Code jatimnow.com

Pj Wali Kota Malang Minta Kapolresta Bentuk Tim Satgas Anti-Money Politic

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Gerhana
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (tengah) bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto (kiri) pada Selasa (13/2/2024) saat Apel Gelar Pasukan Pergeseran Personel Pengamanan TPS di Stadion Gajayana. (Foto: Prokopim Pemkot Malang)
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (tengah) bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto (kiri) pada Selasa (13/2/2024) saat Apel Gelar Pasukan Pergeseran Personel Pengamanan TPS di Stadion Gajayana. (Foto: Prokopim Pemkot Malang)

jatimnow.com - Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Minta Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto segera membentuk Tim Satgas Anti-Money Politic. Hal ini mengantisipasi adanya politik uang jelang coblosan pada Rabu (14/2/2024), besok.

"Termasuk saya minta Pak Kapolresta dan Pak Dandim untuk membentuk tim mencegah dan mengantisipasi terkait pelanggaran-pelanggaran yang dilaksanakan oleh partai, salah satunya kita meminta membentuk tim money politic untuk mewaspadai," kata Wahyu, Selasa (13/2/2024).

Orang nomor satu di Pemkot Malang ini berharap, tidak ada pelanggaran jelang coblosan. Selain itu, diharapkan, besok kegiatan pencoblosan hingga penghitungan suara di Kota Malang bisa berjalan lancar.

Baca juga:
Ecoton Desak Pemkot Malang Selamatkan DAS Brantas dari Sampah

"Karena ini hari terakhir, mudah-mudahan tidak ada, mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Menanggapi hal itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, bahwa pihaknya segera membentuk Tim Satgas Anti-Money Politic. Pihaknya siap menerima apabila adanya laporan dugaan pelanggaran tersebut, dan akan menindaklanjutinya.

Baca juga:
Gawat! Bayi Malang Terancam Mikroplastik di Feses 14 Kali Lipat

"Termasuk Pak Wali juga menyebut kita sudah membentuk Tim Satgas Anti-Money Politic. Kita berharap Kota Malang ini aman, kondusif, namanya pesta demokrasi dengan euforia yang positif, tanpa ada huru hara, tanpa ada rasa kebencian," katanya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam