ITS luncurkan Dua Mobil Balap Pada Ajang SFJ 2018 di Jepang

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan dua mobil formula atau mobil balap untuk berlaga di Student Formula Japan 2018, pada 2-11 September mendatang.

Dalam ajang balap mobil kelas internasional ini, Tim Sapuangin akan mewakili ITS pada kategori Internal Combustion Vehicle (berbahan bakar bensin) dengan mobil formula terbarunya, Sapuangin Speed 6. Sedangkan, pada kategori mobil listrik akan diwakili oleh ITS Formula Electric Team dengan mobil formula listrik bernama Carstensz.

Mewakili rektor ITS, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Prof Mohammad Nuh mengungkapkan, peluncuran perdana untuk mobil listrik Carstensz sekaligus menjadi ajang perdana bagi mobil berbahan listrik yang memakan riset selama dua tahun ini.

"Semoga baik Tim Sapuangin maupun ITS Formula Electric Team dapat pulang dengan membawa penghargaan," tutur M Nuh, Senin (27/8/2018).

Pembina ITS Formula Electric Team, Alief Wikarta menjelaskan, mobil formula dengan dominasi warna oranye ini adalah hasil buah karya mahasiswa dari berbagai departemen di ITS. Mobil formula ini telah menggunakan teknologi monokok sesuai dengan standar mobil formula internasional.

"Antara pipa dan tubuh mobil menyatu, sehingga mobil lebih ringan dan apabila terjadi kerusakan maka risiko mencelakai pengemudi dapat diminimalisir," papar dosen Teknik Mesin ini.

Penerapan teknologi, tambahnya. Carstenzs dapat menempuh jarak 98 km per jam dengan kapasitas penyimpanan energi 100V dan menggunakan baterai lithium ion prismatic cell.

Dengan berat 210 kg dan berbahan carbon fiber, Alief yakin Carstenzs siap berkompetisi di Jepang pada 2-11 September mendatang.

"Meskipun ini perlombaan pertama, tetapi kami tetap totalitas dan memberikan yang terbaik," tandasnya.

Sementara itu, Tim ITS Sapuangin telah melakukan berbagai persiapan untuk laga kali keenam mereka di kompetisi ini. General Manager Tim ITS Sapuangin, Rafi Rasyad menjelaskan, berbagai evaluasi dan riset dari Student Formula Japan 2017 telah melahirkan Sapuangin Speed (SAS) 6 ini.

"Yang paling penting di sisi maneuverability-nya kemarin vehicle dynamic-nya kurang, untuk SAS 6 ini sudah lebih prima dengan beberapa tambahan," beber Rafi.

Student Formula Japan (SFJ) sendiri adalah ajang balap mobil melombakan mobil balap dari berbagai negara di dunia untuk berkompetisi. Selain kecepatan, mobil yang mengikuti lomba tersebut juga dituntut untuk memiliki maneuverability, ketahanan, kesesuaian dengan rancangan awal, harga pembuatan yang terjangkau hingga strategi pemasaran yang terbaik.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top