Pixel Code jatimnow.com

Ragam Keluhan Warga dalam Reses DPRD Surabaya

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Ni'am Kurniawan
Ajeng Wira Wati saat menggelar reses (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ajeng Wira Wati saat menggelar reses (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati menggelar reses di lima Kecamatan di Surabaya. Reses kali ini merupakan masa sidang kedua di tahun 2023.

Beragam keluhan yang di terima Ajeng. Mayoritas merupakan keluhan lama yang hingga kini belum direalisasikan oleh Pemkot Surabaya. Salah satunya protes warga terkait stikerisasi rumah pada penerima bantuan.

"Saya harap stikerisasi untuk transparansi penerima bantuan tunai langsung rekening seperti BLT, PKH dan PIP, harapannya tidak ada sasaran bukan hanya untuk jaminan kesehatan semesta," ucap Ajeng, Kamis (11/5/2023).

Selain itu, warga Surabaya juga menginginkan agar Pemkot menambah fasilitas bermain bagi anak-anak di tengah kota. Menurut dia, ini perlu sebagai fasilitas penunjang terverifikasinya status kota layak anak.

"Pemerintah harus membarengi edukasi di sekolah, balai RT/RW, taman tentang jenis-jenis kriminalitas medsos, di tempat umum yang mudah ditemukan info pencegahannya," lanjut Ajeng.

Di sisi ekonomi, warga juga mengeluhkan tentang sulitnya mengakses bantuan permodalan bagi usaha kecil, pembinaan, hingga promosi.

Baca juga:
Jagal Pegirian Keler Sapi Hidup ke Gedung DPRD Surabaya, Tolak Relokasi

"Warga ingin lebih ditingkatkan dan dirutinkan lagi hingga skala kelurahan," jelas dia.

Lalu yang terakhir adalah pelayanan kesehatan yang tebang pilih. Ia mencontohkan seperti pengguna BPJS yang mendapat subsidi pemerintah terkesan dinomorduakan ketimbang BPJS mandiri.

"Bisa diartikan pihak RS menolak pengguna BPJS. Saya harap BPJS meningkatkan pelayanan BPJS tidak hanya skala pemerintah tetapi juga faskes non-pemerintah," tandas politisi Gerindra Jatim itu.

Baca juga:
560 Atlet Ju Jitsu Berlomba Piala KONI Surabaya 2025, Target Porprov

 

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam