Pixel Code jatimnow.com

Nenek Pencari Rumput Hilang Misterius di Gunung Gendis Pasuruan

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Moch Rois
Proses pencarian Sumarti yang 3 hari belum ditemukan. (Foto-foto: Polsek Nongkojajar for jatimnow.com)
Proses pencarian Sumarti yang 3 hari belum ditemukan. (Foto-foto: Polsek Nongkojajar for jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang nenek pencari rumput hilang di Gunung Gendis, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, sejak Sabtu (1/4/2023). Hingga sampai saat ini Tim Gabungan yang dipimpin Basarnas dan relawan warga setempat masih melakukan pencarian.

Identitas nenek pencari rumput itu adalah warga setempat bernama Sumarti (56), asal Dusun Ngepring, Desa Tlogosari.

"Hingga sampai saat ini, masih dilakukan pencarian di Gunung Gendis," jelas Kapolsek Nongkojajar AKP Kusmani. Selasa (4/4/2023).

Untuk kronologi kejadian, Kusmani menerangkan pada Sabtu (1/4) lalu sekitar pukul 06.30 WIB korban seperti biasa berangkat mencari rumput di Gunung Gendis. Namun hingga petang hari nenek Sumarti belum juga kembali ke rumah.

SumartiSumarti

Baca juga:
Mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi Ditemukan di Madura usai Hilang Sepekan

Keluarga yang panik kemudian meminta tolong para warga dan kemudian melakukan upaya pencarian bersama-sama ke area ladang kaki Gunung Gendis. Akan tetapi usaha itu belum berhasil menemukan korban.

Keesokan harinya, proses pencarian dilakukan kembali bersama Basarnas dan Tim SAR gabungan antara Muspika Tutur, Perangkat Desa Tlogosari serta warga setempat. Namun upaya gabungan itu masih belum berhasil menemukan nenek Sumarti yang hilang.

Baca juga:
Geger Pria Misterius Terkapar Muntah Darah Depan Pertokoan Lamongan

"Rencana tindak lanjut dalam proses pencarian korban ini, wilayah pencarian akan diperluas sampai ke perbatasan Jabung, Kabupaten Malang," tandasnya.

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam