Pixel Code jatimnow.com

Ratusan Layang-layang LED Ramaikan Langit Sumenep, Catat Jadwalnya

Editor : Rochman Arief   Reporter : Ni'am Kurniawan
Poster Festival layang-layang (foto: Disbudporapar Sumenep for jatimnow.com)
Poster Festival layang-layang (foto: Disbudporapar Sumenep for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ada yang berbeda dari perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini di Sumenep. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berencana menggelar Festival Layang-layang Hias (night flying). Melihat temanya, jelas layang-layang LED ini akan diterbangkan pada malam hari.

Gelaran night flying ini merupakan kali pertama digelar Pemkab Sumenep menyambut Hari Raya Idul Fitri. Selain mempertontonkan bentuk yang menarik, layang-layang tersebut juga akan dihias dengan lampu LED yang menggunakan baterai khusus.

Dari festival tersebut, diharapkan warga Sumenep termanjakan dengan panorama langit yang dihiasi lampu-lampu modifikasi dari layang-layang.

Festival tersebut akan digelar bertepatan dengan Idul Fitri, tepatnya di Pantai Lombang, pada tanggal 23 April 2023.

Baca juga:
Luar Biasa! Tari 1000 Topeng Sumenep Jadi Event Tahunan

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan mengatakan bahwa peserta festival layang-layang ini boleh diikuti masyarakat umum.

"Pihak penyelenggara mematok biaya Rp50 ribu untuk tiap peserta," ucap Iksan, Senin (3/4/2023).

Baca juga:
Nelayan Hilang di Sumenep Ditemukan Selamat, Kisahnya Bikin Merinding!

Iksan menambahkan, Festival Layang-layang Hias ini merupakan bagian dari kalender wisata Kabupaten Sumenep. Ia berharap, event-event tersebut bisa menarik wisatawan untuk datang ke kota paling timur di Pulau Garam.

"Kami yakin kegiatan tradisional yang digelar sebelum lebaran ketupat dan masih banyak pemudik belum balik pasca-Idul Fitri, tentunya pengunjung berpotensi semakin banyak yang datang," beber dia.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam