Pixel Code jatimnow.com

DPRD Usulkan Pembuatan Call Center Khusus Anak di Surabaya

Editor : Rochman Arief   Reporter : Ni'am Kurniawan
Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati (foto: Dimas Abdullah for jatimnow.com)
Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati (foto: Dimas Abdullah for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkot Surabaya menggelar musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun rencana kerja pemerintah daerah 2024 secara hybrid. Salah satu anggota DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati turut hadir menyaksikan pelaksanaan Musrenbang itu.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya itu mengungkapkan, saat Musrenbang turut hadir Forum Anak Surabaya (FAS) yang ikut menyuarakan pendapatnya untuk kemajuan Pemkot Surabaya.

Legislator dari Partai Gerindra Jawa Timur itu menyebutkan, perlu segera dibuat program kegiatan FAS, supaya anak-anak bisa terlibat secara nyata dalam pembangunan Surabaya.

"Tidak hanya ditampung aspirasinya. Contohnya dalam kegiatan Pemkot Surabaya yang membuat kampung ramah anak, di situ FAS hadir dalam pendampingan edukasi mengenai life skill segala problema anak," ucap Ajeng, Rabu (15/3/2023).

Baca juga:
Jagal Pegirian Keler Sapi Hidup ke Gedung DPRD Surabaya, Tolak Relokasi

Politisi yang juga Anggota Badan Pembentukan Perda itu menambahkan, sebagai orang dewasa tidak boleh mengabaikan masalah yang dirasakan anak. Karena apapun permasalahan pasti membutuhkan solusi.

"Dan peran Pemkot dan DPRD Surabaya agar jangan sampai anak menyelesaikan permasalahan dengan yang tidak seharusnya, seperti tidak percaya diri ataupun menganggap diri tidak mampu. Padahal ada bakat yang terpendam," beber Ajeng.

Baca juga:
560 Atlet Ju Jitsu Berlomba Piala KONI Surabaya 2025, Target Porprov

Dia meminta agar FAS harus bisa hadir dan ikut serta mengolah permasalahan yang dirasakan anak. Tidak asal cari di internet. media sosial, atau sekadar menanyakan kepada orang yang tidak tepat. Hal ini bisa menjerumuskan anak ke hal-hal negatif, seperti narkoba hingga pergaulan bebas.

"Saya juga mengusulkan ada call center khusus anak, sehingga sesama anak bisa berbicara," tandasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam