Pixel Code jatimnow.com

3 Tahun Jadi Penadah Motor Curian, Pria Pasuruan Dibekuk Polisi

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Moch Rois
Tersangka penadah motor curian. (Foto: Satreskrim Polres Pasuruan)
Tersangka penadah motor curian. (Foto: Satreskrim Polres Pasuruan)

jatimnow.com - Seorang penadah kendaraan sepeda motor hasil aksi kejahatan pencurian dan begal, dibekuk Satreskrim Polres Pasuruan. Pelaku adalah Lukman (34), warga Dusun/Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.

"Tersangka kami bekuk karena menjadi penadah sepeda motor hasil pencurian," jelas Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Farouk Ashadi Haiti, Senin (23/1/2022).

Farouk menerangkan aksi kejahatan Lukman berhasil dibongkar berkat pengakuan para pelaku kejahatan pencurian yang telah dibekuk oleh Satreskrim Polres Pasuruan.

Setelah mengantongi ciri-ciri dan alamat tersangka Lukman, polisi langsung membekuk tersangka di rumahnya, pada Sabtu (21/1) sekitar pukul 07.30 WIB.

Dari penangkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti 3 unit motor hasil penadahan, yakni 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam oranye, 1 unit sepeda motor Honda Beat warna biru dan 1 unit sepeda motor Honda Beat warna silver.

Baca juga:
Polres Lamongan Ungkap Kasus Curanmor di 18 TKP selama Januari 2025

"Berdasarkan hasil pengakuan tersabgka, baru-baru ini ia menjual motor Yamaha Vixion hasil penadahan aksi pencurian di wilayah Pandaan ke wilayah Tosari Pasuruan," ungkapnya.

Terkait sepak terjang tersangka di dunia kejahatan, Farouk mengatakan tersangka sudah 3 tahun ini jadi penada barang curian sepeda motor.

Baca juga:
3 Oknum Anggota TNI Diperiksa Terkait Penggelapan Kendaraan Curian di Sidoarjo

"Jadi beberapa aksi pencuri motor yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti di Sidoarjo, motor-motor curian itu dijual ke tersangka Lukman," tandasnya.



Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam